Edu

Kolaborasi Kades dan Mahasiswa KKM 56 Untirta, Sampah Plastik Disulap Jadi Batako di Desa Domas

ZETIZENS.ID – Program pemberdayaan sampah plastik menjadi batako yang digagas Kepala Desa Domas mendapat dukungan dari mahasiswa KKM 56 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang turut menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama periode KKM sebagai solusi atas permasalahan sampah rumah tangga sekaligus menghadirkan produk bernilai guna bagi warga.

Program ini berawal dari inisiatif Kepala Desa Domas yang melihat masih banyaknya sampah plastik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal. Melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKM 56 Untirta, masyarakat diajak untuk mengolah sampah plastik menjadi batako yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan alternatif.

Dalam proses produksi, sekitar empat karung sampah plastik dikumpulkan sebagai bahan utama. Plastik tersebut kemudian dibakar menggunakan campuran oli hingga meleleh, lalu dicampur dengan pasir sebagai bahan penguat.

Campuran tersebut dipadatkan menggunakan cetakan batako yang disediakan oleh Kepala Desa. Setelah dicetak, batako direndam di dalam air untuk membantu proses pemadatan, kemudian dikeluarkan dan dijemur hingga kering.

Mahasiswa KKM 56 Untirta berperan dalam membantu proses pengumpulan sampah, mengoordinasikan warga, serta mendampingi praktik pembuatan batako di lapangan.

“Kami hadir untuk mendukung program desa dengan membantu menggerakkan masyarakat agar terlibat langsung. Harapannya, warga dapat melanjutkan praktik ini secara mandiri,” ujar salah satu perwakilan KKM 56 Untirta.

Kepala Desa Domas menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah desa dan mahasiswa. “Dengan adanya mahasiswa Untirta, kegiatan ini berjalan lebih terorganisasi dan partisipasi warga meningkat. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut,” katanya.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap tahapan, mulai dari pencampuran bahan hingga pencetakan. Salah satu warga mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pemanfaatan limbah plastik. “Biasanya sampah hanya dibakar. Sekarang bisa dijadikan batako dan bermanfaat untuk pembangunan,” tuturnya.

Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis pemanfaatan ulang serta terciptanya produk batako hasil praktik bersama. Kolaborasi antara Pemerintah Desa Domas dan KKM 56 Untirta diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mengurangi sampah plastik sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan di desa. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id