Takato Ishida, Si Handsome Gubernur Termuda Prefektur Fukui Jepang

ZETIZENS.ID – Jepang punya gubernur Termuda yang bertugas di Prefektur Fukui. Parasnya yang handsome bak aktor dorama, membuatnya banyak dibahas di media sosoal. Dialah Takato Ishida. Cari tahu yuk.
Laman Kapanlagi membahas, sosoknya ramai dibicarakan setelah mencetak sejarah sebagai gubernur termuda dalam perjalanan politik Jepang modern.
Perbincangan tentang Takato Ishida tidak hanya menyoroti pencapaiannya di usia muda, tetapi juga latar belakang pendidikan dan perjalanan kariernya sebelum terjun ke dunia politik.
Banyak pihak menilai rekam jejak akademik dan profesionalnya menjadi faktor penting di balik sorotan publik tersebut.
Selain prestasi, penampilan fisik Takato Ishida juga menjadi bahan pembahasan luas di media sosial. Kombinasi antara latar belakang intelektual, pengalaman diplomatik, dan visual yang dianggap menarik membuat profilnya semakin mencuri perhatian.
Siapa Takato Ishida?
Takato Ishida lahir pada 5 Februari 1990 di Fukui, Jepang ia dikenal sebagai figur muda yang lahir dan besar di Jepang.
Pada saat namanya mencuat ke publik, ia tercatat berusia 35 tahun. Usia tersebut menjadikannya sebagai gubernur termuda dalam sejarah Jepang.
Takato Ishida memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang Hubungan Internasional. Ia merupakan lulusan Kansai Gaidai University, sebuah institusi yang dikenal fokus pada studi global dan bahasa asing.
Pendidikannya berlanjut ke University of the Pacific serta program Master Hubungan Luar Negeri di Georgetown University.
Sebelum dikenal luas sebagai tokoh politik, Takato Ishida berkarier sebagai diplomat di Kementerian Luar Negeri Jepang. Peran tersebut menempatkannya dalam lingkup kerja pemerintahan pusat dengan cakupan internasional.
Dalam perjalanan kariernya, Ishida juga pernah bertugas sebagai wakil konsul Jepang di Melbourne, Australia. Pada Desember 2025, Takato Ishida mengambil keputusan besar dengan mengundurkan diri dari posisinya di Kementerian Luar Negeri. Langkah ini menjadi titik awal peralihannya ke dunia politik daerah.
Advertisement
Victory
Pilgub Prefektur Fukui digelar pada 25 Januari 2026, di mana Ishida mencatatkan kemenangan yang cukup tipis namun signifikan. Ia meraih 134.620 suara, unggul dari rivalnya Kenichi Yamada yang memperoleh 130.290 suara, sementara kandidat dari Partai Komunis, Yukie Kanemoto, mendapat 15.735 suara.
Dengan hasil tersebut, Ishida resmi menjadi gubernur termuda di Jepang, memulai masa jabatan sejak 28 Januari 2026 menggantikan gubernur sebelumnya yang mengundurkan diri pada Desember 2025.
Independen
Laman Republika membahas, kemenangan Ishida menjadi sangat monumental karena ia hadir sebagai figur independen yang mampu meruntuhkan dominasi tokoh-tokoh senior serta membelah dukungan partai besar di salah satu wilayah paling konservatif di Jepang.
Kemenangan Ishida tidak lepas dari situasi darurat yang menimpa Fukui, di mana gubernur sebelumnya terpaksa meletakkan jabatan akibat skandal pelecehan seksual terhadap pegawai pemerintah.
Di tengah kondisi tersebut, Ishida muncul dengan profil yang mengesankan, mulai dari gelar Master dari Georgetown University hingga pengalaman diplomatik sebagai Wakil Konsul di Melbourne.
Dilansir laman Japan Times, dia berhasil mengumpulkan 134.620 suara, mengalahkan pesaing terdekatnya, Kenichi Yamada (67), yang didukung oleh koalisi besar partai kemapanan.
Pertarungan ini begitu sengit hingga memicu perpecahan di internal Partai Demokrat Liberal (LDP), menunjukkan bahwa daya tarik Ishida mampu melampaui batasan garis partai tradisional. Selama masa kampanye, Ishida memanfaatkan pendekatan digital yang sangat progresif melalui media sosial, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh politisi di daerah konservatif.
Ia berkomitmen penuh untuk memperluas dukungan pengasuhan anak serta melanjutkan proyek infrastruktur strategis seperti perpanjangan jalur kereta cepat Hokuriku Shinkansen.
Semangat bertugas Pak! (Zee)







