Jangan Tunggu Lama-lama Mendunia, Banyak Dipakai di TikTok

ZETIZENS.ID – Keberadaan TikTok mengubah gaya hidup dan perilaku masyarakat dunia. Kita gak pernah menyangka kalau lagu dangdut jadul berjudul Jangan Tunggu Lama-lama mendunia melalui sound TikTok dan dancenya digunakan masyarakat dunia.
Gak percaya? Cari aja di TikTok dengan kata kunci Jangan Tunggu Lama-lama. Yang keluar bukan cuma warga plus kosong enam dia yang joget enerjik tapi juga warga dari berbagai negara.
FYI, lagu dangdut lawas “Jangan Tunggu Lama-Lama” yang dipopulerkan Cici Faramida pada era 1990-an memang viral mendunia, terutama melalui TikTok.
Versi remix lagu ini populer dengan dance challenge yang banyak diikuti, bahkan viral dari Asia hingga Amerika. Lagu ini kini trending di YouTube dan media sosial, menunjukkan kreativitas musik Indonesia.
Lagu ciptaan Munif A Bahasuan ini pertama kali dinyanyikan oleh Cici Paramida pada tahun 1992.
Lagu ini kembali ramai di media sosial, terutama TikTok, setelah banyak digunakan dalam versi remix di berbagai konten digital.
Lagu tersebut viral digunakan sebagai musik latar untuk tantangan menari (dance challenge), bahkan mencapai audiens internasional di Asia dan Amerika.
Selain versi asli, lagu ini kembali trending dalam versi cover, seperti yang dibawakan oleh Ajeng Febria dan Brodin pada Desember 2025.
Liriknya bermakna ajakan untuk tidak menunda-nunda dalam mengungkapkan cinta agar tidak ada penyesalan.
Dengan tren ini, lagu dangdut tersebut menunjukkan kekuatan musik lokal yang mampu mendunia dan diterima secara internasional di era digital.
Mencuri Perhatian
Laman Unesa membahas, lagu Jangan Tunggu Lama-lama kembali mencuri perhatian publik di awal 2026 setelah menjadi salah satu suara latar yang banyak digunakan di Instagram Reels dan TikTok.
Lagu inikembali hidup melalui berbagai versi remix, termasuk versi yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) yang terasa lebih emosional dan sesuai tren konten kreatif masa kini.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana musik lawas dapat menemukan kembali relevansinya di era digital berkat dukungan komunitas pengguna media sosial yang kreatif dan dinamis.
Popularitas lagu ini di media sosial tidak terlepas dari melodi yang ringan serta lirik yang mudah diingat, sehingga cocok digunakan sebagai sound bagi konten yang beragam, mulai dari video lucu, konten galau, hingga dance ringan yang mengikuti ritme lagu.
Tren ini menjadi salah satu contoh bagaimana musik tradisional atau lawas bisa kembali menjadi bagian dari budaya digital masa kini.
Selain itu, versi remix modern dari lagu ini, termasuk yang dibuat oleh kreator seperti DJ Mama Fvndy, tampil dengan tempo dan beat yang disesuaikan untuk konten tarian dan challenge di TikTok dan Instagram.
Remix seperti ini sering diputar di video berdurasi pendek karena iramanya yang cepat dan menarik sehingga peka terhadap gerakan tubuh dalam konten dance.
Versi AI
Fenomena terbaru yang membuat Jangan Tunggu Lama-lama semakin booming adalah versi lagu yang diolah dengan teknologi AI.
Versi AI ini menghasilkan suara yang terdengar lebih galau dan kontemporer, sehingga semakin cocok untuk latar video dengan nuansa emosional atau sinematik.
Tren ini menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan mampu memberi “nyawa baru” pada karya lama, yang kemudian cepat menyebar karena algoritma rekomendasi pada platform seperti TikTok dan Instagram.
Beberapa hal yang membuat Jangan Tunggu Lama-lama cepat populer di media sosial. Pertama adalah kesederhanaan dan keakraban melodi serta liriknya, yang memudahkan pengguna untuk mengingat dan mengulang potongan lagu dalam video mereka.
Meski lagu aslinya berasal dari era dangdut, remix-nya memberi nuansa yang berbeda sehingga bisa diterima oleh generasi muda.
Alasan kedua adalah penggunaan sebagai backsound dance dan challenge. Tren tarian di TikTok dan Instagram sering kali memilih bagian lagu dengan beat yang paling menarik dan dinamis, sehingga versi remix cepat dari Jangan Tunggu Lama-lama cocok untuk reels berdurasi pendek.
Selain konten dance, lagu ini juga dipakai sebagai latar video yang bertema percintaan, humor, hingga kompilasi kehidupan sehari-hari, sehingga cakupan penggunaan lagunya menjadi sangat luas.
Algoritma pada platform ini biasanya mendorong konten yang menggunakan musik yang sama sehingga makin banyak pengguna ikut memanfaatkan lagu tersebut dalam video mereka. Akibatnya hashtag yang menandai tren ini kian menyebar, dan lagu itu pun terus muncul di laman For You Page (FYP) pengguna.
Fenomena viral lagu Jangan Tunggu Lama-lama memberi dampak positif bagi industri musik lokal terutama dalam mengangkat kembali karya-karya lama yang mungkin sudah terlupakan.
Para musisi baru sering kali menggunakan lagu klasik sebagai sumber inspirasi remix atau reinterpretasi agar sesuai dengan selera kontemporer. Ini membuka ruang baru bagi musisi Indonesia untuk menggabungkan tradisi musik lawas dengan gaya modern yang lebih diterima oleh audiens global.
Tren ini juga menunjukkan bahwa konten musik lokal memiliki potensi besar bila dikemas ulang dengan creatif sehingga mampu bersaing di arena digital global, seperti halnya lagu internasional yang juga mengalami tren viral melalui versi remix atau sped-up di TikTok.
Selain memberi exposure bagi karya lama, tren ini turut mendorong platform musik digital untuk menyediakan akses terhadap katalog musik lokal yang lebih lengkap sehingga pendengar dapat dengan mudah menikmati lagu klasik maupun versi remixnya. (Zee)







