Khazanah

Rusia Berlakukan Peraturan Perlindungan Kesucian Al-Quran

ZETIZENS.ID – Kamu sudah tahu belum, Rusia secara resmi memberlakukan peraturan yang memperketat perlindungan terhadap kesucian Al-Quran dan simbol keagamaan lainnya?

Presiden Vladimir Putin telah menandatangani revisi undang-undang yang memperluas kategori tindakan penghinaan agama, termasuk penodaan Al-Qur’an dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad, yang dianggap sebagai tindak pidana.

Rusia memperkuat Pasal 148 Kitab Undang-Undang Pidana (diatur sejak 2013) yang melarang tindakan publik yang menunjukkan ketidakhormatan terhadap perasaan keagamaan umat beragama.

Vladimir Putin menegaskan bahwa membakar Al-Qur’an atau menghina Nabi Muhammad adalah kejahatan serius di Rusia, berbeda dengan negara lain yang mungkin menganggapnya sebagai kebebasan berbicara.

Pada 2015, Putin menandatangani undang-undang yang mengecualikan kitab suci, termasuk Al-Quran dan Alkitab, dari tuduhan sebagai “bahan ekstremis” oleh pengadilan Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Islamofobia adalah bentuk rasisme yang tidak dapat diterima dan berkomitmen melindungi perasaan umat Muslim.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi Kremlin untuk memperkuat nilai-nilai tradisional dan mempererat hubungan dengan komunitas Muslim, terutama di tengah situasi geopolitik saat ini.

Kebijakan ini juga memicu pro-kontra, di mana kelompok konservatif menyambut baik untuk mencegah gesekan antar kelompok, sementara sebagian pihak menilai aturan ini dapat digunakan untuk membatasi kebebasan berbicara.

Rasisme yang Tak Bisa Diterima

Pada 14 Maret 2024, laman Antara membahas, Pemerintah Rusia menganggap Islamofobia sebagai “satu bentuk rasisme yang tidak dapat diterima. Itu kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova di Moskow pada waktu ktj.

Melalui konferensi pers, Zakharova mengatakan mengenai isu tersebut solidaritas Rusia bersama dengan pendekatan negara-negara Muslim dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

“Kami menolak diskriminasi dan pelecehan terhadap umat Islam atas dasar afiliasi keagamaan sekaligus untuk memastikan kebebasan beragama berdasarkan penghormatan tidak hanya untuk individu saja namun juga hak kolektif umat beragama,” katanya.

Zakharova menjanjikan dukungan Rusia untuk draf resolusi negara-negara Muslim di Majelis Umum PBB yang mengusung tema “Langkah-Langkah untuk Memerangi Islamofobia” dalam rangka Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia yang diperingati setiap 15 Maret.

Resolusi tersebut mengatur penghormatan terhadap Islam sebagai sebuah komponen prinsip keragaman budaya dan agama serta untuk menetapkan mandat Utusan Khusus PBB untuk memerangi bentuk intoleransi beragama tersebut.

“Rusia adalah salah satu sponsor draf resolusi itu,” kata Zakharova.

Pekan lalu Zakharova mengecam Islamofobia yang terjadi di Eropa, mengatakan bahwa Islamofobia telah menyentuh “skala yang belum pernah terjadi sebelumnya” di Majelis Parlemen Dewan Eropa. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id