Chris Pratt Komentari Aktris AI Tilly Norwood, Lah Kenapa?

ZETIZENS.ID – Belum lama ini, Chris Patt si superhero dari film Guardian of the Galaxy dari Marvels lagi jadi perhatian. Ini semua karena aktris AI bernama Tilly Norwood. Kenapa ya?
Laman Info Nasional membahas, dunia perfilman Hollywood tengah ramai membahas penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia akting. Aktor Chris Pratt pun turut memberikan tanggapannya terkait isu ini.
Pada wawancara dengan Variety saat pemutaran perdana film terbarunya, ‘Mercy’ (21/1/2026), Pratt membahas perkembangan AI dan menyatakan bahwa ia tidak melihatnya sebagai ancaman.
Ia bahkan menyebut kepanikan yang ditimbulkan oleh aktris AI, Tilly Norwood, sebagai omong kosong.
“Aku sih ngerasa gak bakalan bisa digantiin AI. Aku juga denger soal Tilly Norwood, aku rasa itu omong kosong. Aku gak pernah nonton dia di film dan gatau juga dia itu siapa. Itu semua hal remeh sebelum mereka membuktikannya,” tuturnya.
Detektif
Film ‘Mercy’ mengambil latar masa depan di mana Pratt berperan sebagai detektif yang harus membuktikan dirinya tidak bersalah di hadapan hakim AI (diperankan oleh aktris Rebecca Ferguson).
Tema film yang kental dengan teknologi masa depan memunculkan pertanyaan: mengapa tidak menggunakan aktor AI seperti Tilly Norwood?
Chris Pratt mengungkapkan bahwa tim produksi dan para pemain film ‘Mercy’ sempat mempertimbangkan ide tersebut, namun semuanya menolak
“Tidak. Semua orang sangat resisten (menolak) terhadap ide itu. Aku rasa itu tidak akan berhasil,” jelasnya.
Meskipun menyukai teknologi AI untuk kehidupan sehari-hari, Pratt merasa ada batasan yang membuatnya ngeri jika AI mulai memasuki wilayah yang sangat manusiawi.
“Aku cinta AI dan memakainya setiap saat, tapi sebagai orang tua, hal itu membuatku takut. Tapi di sisi lain, itu juga sangat kere
Pratt berpendapat bahwa sisi emosional manusia sulit digantikan dalam akting. Dalam film ‘Mercy’, cerita berjalan secara real-time selama 90 menit yang menegangkan,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman imersif yang membuat penonton merasakan ketegangan hanya bisa didapatkan jika aktornya adalah manusia yang memiliki jiwa.
Heboh
Laman Detik membahas, Hollywood lagi heboh banget soal penggunaan Artificial Intelligence (AI) di dunia akting, dan Chris Pratt baru saja ikut meramaikan diskusi ini.
Wawancara terbaru Chris Patt dengan Variety (21/1/2026) dalam premiere film terbarunya yakni Mercy, ia membahas soal perkembangan AI dan merasa jika itu bukanlah ancaman.
Bintang Guardian of the Galaxy itu bahkan menyebutkan kalau kepanikan yang ditimbulkan oleh Tilly Norwood kemarin itu hanyalah omong kosong.
“Aku sih ngerasa gak bakalan bisa digantiin AI. Aku juga denger soal Tilly Norwood, aku rasa itu omong kosong. Aku gak pernah nonton dia di film dan gatau juga dia itu siapa. Itu semua hal remeh sebelum mereka membuktikannya,” tuturnya.
Nah, yang menarik, film Mercy punya latar masa depan di mana Pratt berperan sebagai detektif yang harus membuktikan dirinya gak bersalah di depan hakim AI (yang diperankan oleh aktris asli, Rebecca Ferguson).
Gara-gara tema filmnya yang sangat kental dengan teknologi masa depan, muncul pertanyaan: kenapa gak pakai aktor AI beneran aja sekalian, kayak aktris AI bernama Tilly Norwood yang lagi viral itu?
Menanggapi hal ini, Chris Pratt menceritakan kalau tim produksi dan para pemain film Mercy ternyata sempat ditawari atau kepikiran ide tersebut. Tapi, ternyata responnya kompak menolak!
“”Tidak. Semua orang sangat resisten (menolak) terhadap ide itu. Aku rasa itu tidak akan berhasil,” tukasnya.
Meskipun Pratt sendiri ngaku kalau dia sebenarnya suka pakai teknologi canggih ini buat kehidupan sehari-hari, dia merasa ada batasan yang bikin dia merasa ngeri kalau AI sudah mulai masuk ke wilayah yang sangat “manusiawi”.
“Aku cinta AI dan memakainya setiap saat, tapi sebagai orang tua, hal itu membuatku takut. Tapi di sisi lain, itu juga sangat keren!” tegasnya.
Pratt ngerasa kalau untuk urusan akting, sisi emosional manusia itu susah banget digantikan. Di film Mercy sendiri, ceritanya berjalan secara real-time selama 90 menit yang super tegang.
Dia ngerasa pengalaman imersif yang bikin penonton deg-degan itu cuma bisa didapat kalau aktornya beneran manusia yang punya jiwa.
Jadi, meskipun sekarang lagi ada tren aktor digital seperti Tilly Norwood yang bikin banyak orang panik soal masa depan industri film, sepertinya Chris Pratt dan kawan-kawan masih tetap di tim “Aktor Manusia”. (Zee)






