Listrik Tanpa Kabel di Finlandia Viral di Media Sosial

ZETIZENS.ID – Langkah Finlandia menerapkan teknologi listrik tanpa kabel diapresiasi positif oleh berbagai media di Indonesia dengan pemberitaan yang massif. Ini bisa menjadi solusi bagi kabel-kabel meresahkan di jalanan Indonesia.
Laman Viva Tangerang membahas, para insinyur di Finlandia berhasil membuktikan teknologi baru yang memungkinkan pengiriman listrik melalui udara tanpa kabel, colokan, maupun kontak fisik.
Teknologi ini memungkinkan energi listrik berpindah dari sumber ke perangkat elektronik layaknya sinyal Wi-Fi, namun bukan untuk mengirim data, melainkan daya yang dapat langsung digunakan.
Dilansir dari laman Tech Times, Selasa (06/01/2026) inovasi tersebut memanfaatkan medan elektromagnetik atau frekuensi radio yang dikendalikan secara presisi.
Energi dipancarkan dari satu titik dan dapat diterima oleh perangkat yang dilengkapi penerima khusus selama masih berada dalam jangkauan medan energi. Konsep ini menjadi pengembangan lanjutan dari teknologi pengisian daya nirkabel yang sudah dikenal luas.
Berbeda dengan wireless charging konvensional yang mengharuskan perangkat diletakkan sangat dekat dengan pad pengisi daya, teknologi terbaru ini mampu mentransfer listrik pada jarak yang lebih jauh.
Pada sistem lama, perpindahan energi biasanya hanya efektif dalam hitungan sentimeter. Sementara teknologi baru ini dirancang untuk menjangkau ruang yang lebih luas.
Saat ini, pengujian difokuskan pada perangkat berdaya rendah. Target utamanya meliputi sensor pintar, perangkat Internet of Things (IoT), serta telepon kecil yang dapat menerima pasokan listrik secara terus-menerus tanpa kabel atau baterai berkapasitas besar.
Pendekatan ini dinilai lebih efisien untuk kebutuhan perangkat kecil yang bekerja sepanjang waktu.
Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini berpotensi menghilangkan penggunaan baterai pada banyak perangkat elektronik skala kecil.
Dampaknya dapat mengurangi limbah elektronik dan menyederhanakan cara pengisian daya di rumah maupun kantor.
Perangkat cukup berada di area tertentu untuk menerima pasokan listrik secara otomatis.
Potensi penerapannya juga sangat luas.
Teknologi transfer listrik nirkabel dinilai cocok digunakan di lokasi terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
Selain itu, teknologi ini dapat diterapkan pada perangkat medis yang ditanam di dalam tubuh pasien, sehingga tidak memerlukan penggantian baterai secara berkala.
Meski demikian, teknologi ini belum siap digunakan secara massal. Uji coba awal menunjukkan hasil menjanjikan, namun masih terdapat sejumlah tantangan.
Salah satunya adalah efisiensi energi, terutama saat jarak antara pemancar dan penerima semakin jauh. Energi yang hilang di udara masih perlu ditekan agar sistem lebih hemat daya.
Pengujian
Laman Mureks membahas, saat ini, para insinyur memfokuskan pengujian pada perangkat-perangkat berdaya rendah. Kategori ini mencakup sensor pintar, berbagai gadget Internet of Things (IoT), hingga telepon genggam.
Bayangkan skenario di mana perangkat-perangkat kecil ini dapat terus menerima suplai listrik secara otomatis tanpa memerlukan kabel atau baterai berukuran besar.
Pengembangan lanjutan teknologi listrik nirkabel ini diharapkan dapat secara signifikan menghilangkan ketergantungan pada baterai. Hal ini secara otomatis akan berkontribusi pada pengurangan tumpukan limbah elektronik yang kian menjadi masalah global.
Potensi aplikasi teknologi listrik nirkabel ini sangat luas. Terutama di lokasi yang sulit dijangkau, seperti area terpencil yang sulit dipasang jaringan listrik standar, atau pada perangkat medis canggih yang ditanam di dalam tubuh pasien.
Selain itu, sistem rumah pintar (smart home) juga akan mendapatkan manfaat besar. Perangkat sensor atau gadget rumah tangga dapat terus mendapatkan daya tanpa perlu koneksi stopkontak atau penggantian baterai yang merepotkan. Ini menjanjikan kehidupan yang jauh lebih praktis dan efisien bagi penggunanya. (Zee)







