Benarkah Lulu Mall di Hyderabad Baru Dibuka Langsung Merugi?

ZETIZENS.ID – FYP TikTokmu menayangkan tentang Lulu Mall di Hyderabad yang baru buka langsung rugi gak Zet? Miris ya. Beneran atau borongan nih?
Kabar mengenai Lulu Mall yang baru buka lalu langsung bangkrut adalah tidak benar (hoaks). Isu ini bermula dari kejadian di India, bukan di Indonesia, di mana sebuah gerai Lulu Hypermarket mengalami kerugian di hari pembukaan karena kekacauan pengunjung, namun tidak sampai bangkrut.
Kejadiannya bukan di 2025. Jadi, pada September 2023, pembukaan Lulu Mall di Hyderabad, India, menjadi viral karena kekacauan yang terjadi.
Ribuan pengunjung memadati mal tersebut, dan beberapa dari mereka mengambil makanan dan minuman dari rak supermarket tanpa membayar, yang menyebabkan kerugian finansial pada hari pertama.
Kejadian ini disalahartikan atau dilebih-lebihkan di media sosial, yang menimbulkan rumor bahwa mal tersebut langsung bangkrut.
Faktanya, mal tersebut tetap beroperasi, meskipun ada dugaan lemahnya sistem keamanan atau kesalahan target pemasaran yang menyebabkan insiden tersebut.
Di Indonesia, Lulu Group International membantah isu kebangkrutan. Memang ada penutupan beberapa gerai Lulu Hypermarket di Indonesia, seperti di QBig BSD City pada April 2025, tetapi hal ini merupakan bagian dari strategi bisnis, bukan karena bangkrut.
Manajemen Lulu Group menyatakan bahwa penutupan gerai adalah bagian dari upaya untuk mencoba strategi bisnis baru atau relokasi, dan mereka terus melakukan ekspansi bisnis di Indonesia, seperti rencana pembukaan toko baru di Sawangan, Cinere, dan Tangerang.
Jadi, rumor kebangkrutan tersebut tidak akurat dan berasal dari insiden di India yang tidak menyebabkan kebangkrutan total. Lulu Group International tetap menjadi jaringan ritel internasional besar yang beroperasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Penyebab
Laman Detik pada 13 Oktober 2023 membahas, salah satu penyebab mal di India ini merugi di hari pertama karena anyak pengunjung makan tanpa bayar.
Mal ini didesain sebagai pusat perbelanjaan yang luas dan lengkap, dan menawarkan pengalaman belanja kelas internasional.
Dikutip detikFood dari Indian Express, lewat video-video yang tersebar di media sosial. Banyak bungkus makanan di supermarket yang sudah terbuka, dimakan sampai berceceran di lantai dari aksi pengunjung yang sembarangan.
Tampak banyak makanan di supermarket yang sudah tidak utuh dan terbuka di rak-rak tersebut.
Dari video yang terlihat, beberapa pengunjung asyik ngemil buah dan mencicipi makanan siap saji yang ada di supermarket tanpa membayarnya lebih dulu ke kasir.
Salah satu makanan yang dimakan tanpa dibeli oleh para pengunjung ada apel, minuman kemasan, samosa, keripik, roti, pizza, cake biskuit, dan masih banyak lagi.
Situasi Lulu Mall saat itu memang sangat ramai, ada ribuan pengunjung yang penasaran dengan pembukaan mall tersebut. Karena aksi pencurian dan pengambilan makanan ini, pihak Lulu Mall dan supermarket rugi besar di hari pertama mereka beroperasi.
Video pencurian makanan ini mengundang banyak reaksi dari netizen di India.
“Saya minta maaf dan malu dengan kejadian ini. Ini bukanlah Hyderabad, atau budaya yang merepresentasikan Hyderabad. Orang-orang ini adalah imigran dari Hyderabad,” tulis salah satu netizen Twitter.
“Lulu Mall terlalu banyak orang, keputusan yang buruk untuk datang di akhir pekan. Saya terjebak macet selama lima jam, menunggu makanan saya tiba selama satu jam, dan saya tidak bisa beli apa-apa karena antrian yang panjang. Benar-benar pengalaman buruk,” komen @ab**.
“Dikira makanan-makanan itu disiapkan gratis bagi pengunjung mall. Lulu Mall salah targett marketing,” tulis @seb**.
Ada juga netizen dari Indonesia yang turut mengomentari kejadian pencurian makanan ini.
“Seudik-udiknya orang Indonesia, gak kayak gini juga. Dulu waktu anak-anak gue masih kecil, kalaupun minuman botol diminum dan udah kosong gitu. Tetap gue bawa ke kasir untuk dibayar,” pungkas @uni**.
Tak hanya di India, Lulu Hypermarket dari grup yang sama juga sudah ada di Indonesia sejak tahun 2016 lalu.
Supermarket dari Timur Tengah ini memiliki beberapa cabang di Jakarta, seperti di Cakung, Bekasi hingga BSD. (Zee)







