Sekolah Rakyat dan Jalan Baru Pemerataan Pendidikan Indonesia

ZETIZENS.ID – Ketimpangan pendidikan masih menjadi persoalan mendasar di Indonesia. Di banyak daerah, kesempatan belajar anak masih ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga dan keterbatasan fasilitas dasar.
Dalam konteks ketidakmerataan ini, program Sekolah Rakyat muncul sebagai upaya negara untuk mengisi ruang yang belum dapat dijangkau oleh pendidikan formal.
Program ini dikembangkan sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin.
Penyediaan tempat tinggal, makanan, pendidikan gratis, serta pendampingan menyeluruh dirancang agar hambatan ekonomi tidak lagi menjadi alasan hilangnya hak belajar seorang anak.
Model berasrama ini menjadi semakin relevan ketika angka putus sekolah menunjukkan peningkatan di sejumlah wilayah karena tekanan ekonomi rumah tangga.
Kurikulum Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan multi-entry dan multi-exit, memungkinkan anak masuk sesuai kesiapan dan berkembang melalui tahapan belajar yang fleksibel.
Pendekatan ini memberi ruang bagi anak-anak yang sebelumnya tertinggal, baik karena minimnya pendidikan dasar maupun lingkungan sosial yang tidak mendukung, untuk kembali mengejar ketertinggalannya dan bersiap melanjutkan pendidikan formal atau pelatihan keterampilan.
Selain fungsi pendidikannya, Sekolah Rakyat juga menyediakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dari situasi sosial yang rentan.
Ketika banyak keluarga masih berjuang memenuhi kebutuhan harian, keberadaan sekolah yang menjamin kebutuhan dasar memberikan stabilitas yang sulit didapatkan di luar lingkungan pendidikan.
Namun, efektivitas program ini tetap bergantung pada kualitas implementasinya. Tantangan utama meliputi ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten, kelayakan fasilitas, manajemen asrama yang aman, dan sistem pengawasan yang ketat agar program tidak berhenti pada tataran konsep.
Di saat publik semakin kritis terhadap transparansi dan akuntabilitas, pemerintah perlu memastikan setiap aspek program berjalan dengan standar yang terukur.
Dalam situasi ketimpangan sosial yang meningkat dan kebutuhan mendesak untuk memperluas mobilitas anak-anak dari kelompok ekonomi terendah, Sekolah Rakyat hadir sebagai langkah yang relevan.
Program ini bukan sekadar menambah jumlah lembaga pendidikan, tetapi menawarkan model intervensi yang menyeluruh dan langsung menyasar kelompok paling rentan.
Dengan perencanaan matang dan pengawasan berkelanjutan, Sekolah Rakyat berpotensi menjadi model pendidikan baru yang mendorong pemerataan kesempatan belajar.
Di tengah kondisi ketika banyak anak masih tersisih akibat faktor yang tidak dapat mereka kendalikan, program ini memberikan harapan nyata bahwa pendidikan bisa benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Akan menjadi kemajuan besar jika kebijakan ini terus dijalankan dengan komitmen pada tujuan awalnya: memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang selama ini tidak mereka miliki. (*)
Ditulis oleh Muhammad Zamzam Baihaqi & Zelda Ristiyana, Mahasiswa Universitas Pamulang Serang, Semester 3







