Bank Banten Resmi Jalin Kerja Sama dengan RSUD Pakuhaji untuk Penguatan Layanan dan Pengelolaan Keuangan

ll — RSUD Pakuhaji resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk dalam rangka pemanfaatan produk, jasa, dan layanan perbankan, Rabu (31/12/2025). Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan keuangan rumah sakit daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Bank Banten, Muhammad Busthami, menyampaikan bahwa RSUD Pakuhaji merupakan rumah sakit daerah kedua di Kabupaten Tangerang yang menjalin kerja sama dengan Bank Banten setelah sebelumnya dilakukan di RSUD Balaraja. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud komitmen bersama seluruh elemen di Provinsi Banten, termasuk BUMD, dalam mendukung pelayanan publik. “RSUD Pakuhaji dari Kabupaten Tangerang ini adalah RSUD yang kedua, setelah RSUD Balaraja. Ini bagian daripada komitmen semua elemen yang ada di Provinsi Banten, baik itu BUMD maupun BLUD,” ujar Muhammad Busthami.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), termasuk di dalamnya pengelolaan BLUD, merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab Bank Banten sebagai bank milik daerah. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan perbankan terbaik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. “Bagi kami, pengelolaan RKUD termasuk di dalamnya pengelolaan BLUD merupakan salah satu bentuk tugas dan tanggung jawab Bank Banten sebagai badan usaha milik daerah untuk bisa bekerja sama memberikan pelayanan yang terbaik, yang ujung-ujungnya adalah membawa kesejahteraan bagi masyarakat Banten secara umum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Busthami mengungkapkan bahwa Bank Banten saat ini tidak hanya melakukan pengelolaan RKUD, tetapi juga pengelolaan pra-RKUD di sejumlah daerah. Salah satu fokusnya adalah sektor kesehatan, khususnya rumah sakit daerah yang berstatus BLUD. “Sementara ini kita sudah melakukan pengelolaan RKUD, dan juga pengelolaan pra-RKUD. Pra-RKUD ini di antaranya sudah kita lakukan dengan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, dan salah satu poinnya adalah BLUD, dalam konteks ini RSUD,” katanya. Dalam jangka menengah, Bank Banten menargetkan seluruh RSUD di Provinsi Banten dapat bergabung dalam sistem layanan perbankan yang dikelola Bank Banten. Saat ini terdapat 17 RSUD di wilayah Banten yang menjadi target akuisisi kerja sama.
“Target strategi kami adalah mengakuisisi seluruh RSUD yang ada di wilayah Banten. Totalnya ada 17 RSUD, dan insya Allah dalam waktu dekat semuanya bisa bergabung,” ujarnya. Busthami menambahkan, sebagian besar RSUD di wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, dan daerah lainnya telah menyatakan kesiapannya untuk bergabung. Ia berharap dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan, seluruh proses kerja sama dapat terealisasi.
Dari sisi layanan, Bank Banten juga menghadirkan sistem pembayaran berbasis digital untuk mendukung operasional rumah sakit. “Pada prinsipnya, kita memberikan layanan perbankan yang advance. Pembayaran bisa melalui virtual account dan kanal-kanal online lainnya, sehingga membantu manajemen RSUD melakukan kalkulasi pendapatan lebih cepat dan akurat,” ungkapnya.
Selain itu, Bank Banten juga mengembangkan aplikasi Smart Hospital hasil kerja sama dengan Bank Jatim, yang sebelumnya telah diuji coba di RSUD Balaraja. “Aplikasi Smart Hospital ini sudah diuji coba di RSUD Balaraja dan hasilnya dinilai jauh lebih baik. Ke depan akan terus kita kembangkan dan sesuaikan dengan kebutuhan RSUD Pakuhaji,” pungkas Busthami. Dengan kerja sama ini, diharapkan pengelolaan keuangan RSUD Pakuhaji semakin transparan, efisien, serta mampu mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
(Sarah)







