Traveling

7 Wonders of Banten, 7 Primadona Wisata di Provinsi Banten

ZETIZENS.ID – Banten memiliki 7 Wonders of Banten. Ini merupakan destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten yang memadukan keindahan alam, situs sejarah, dan kekayaan budaya.

Daftar ini mencakup Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Sangiang, Kampung Adat Baduy, Situs Banten Lama, Pantai Sawarna, Gunung Krakatau, dan Pulau Umang, menawarkan pengalaman wisata religi, alam, dan budaya yang unik.

Berikut adalah detail dari 7 keajaiban wisata di Banten:

Taman Nasional Ujung Kulon (Pandeglang)

Ini adalah rumah bagi Badak Jawa yang terancam punah dan situs warisan dunia UNESCO. Tempat ini menawarkan ekosistem hutan tropis dan pantai yang masih asri.

Pulau Sangiang (Serang)

Pulau di Selat Sunda yang dikenal sebagai surga dunia bahari dengan pemandangan alam eksotis, terumbu karang memukau, dan vegetasi hutan rimbun.

Suku Baduy (Lebak)

Desa adat di kaki Gunung Kendeng yang teguh memegang adat istiadat tanpa teknologi modern, menawarkan wisata budaya yang otentik.

Situs Banten Lama (Serang)

Kawasan sejarah kejayaan Kesultanan Banten pada abad ke-16, meliputi Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, dan Vihara Avalokitesvara.

Pantai Sawarna (Lebak)

Pantai selatan yang terkenal dengan ombak besar untuk surfing, tebing karang tinggi, dan pemandangan laut lepas yang dramatis.

Gunung Krakatau (Selat Sunda)

Gunung berapi legendaris yang menawarkan wisata petualangan dan edukasi geologi, tempat pengunjung bisa mendaki dan melihat pemandangan laut dari dekat.

Pulau Umang (Pandeglang)

Pulau kecil di dekat Ujung Kulon yang menawarkan fasilitas wisata eksklusif dan pemandangan eksotis, sering dijuluki pulau pribadi.

Selain 7 destinasi ini, Banten juga memiliki kekayaan budaya seperti seni Debus dan destinasi religi seperti Makam Sultan Maulana Hasanuddin.

Eksotis

Laman Liputan6 membahas, sedemikian eksotisnya Banten sehingga banyak yang membuat penilaian berdasarkan keunikan dan popularitasnya, yaitu Tujuh Keajaiban Banten (7 Wonders of Banten).

“Banten punya 7 Wonders yang sudah banyak dikenal. Masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan memiliki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini, sehingga menjadi destinasi wisata religi dan budaya. Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya Taman Nasional yang berada di ujung selatan Banten, tempat dimana habitat hewan langka dilestarikan,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Kepala Dinas Budaya Provinsi Banten saat itu Eneng Nurcahyati menjelaskan, nama 7 Wonders of Banten tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali membuat penilaian tersebut. Penamaan itu muncul dari kalangan traveller sendiri.

“Nama itu bukan kami yang memunculkan, tapi muncul dengan sendirinya dari para wisatan. Karena sudah terlanjur dikenal begitu, kami tinggal menggenjot promosinya,” kata Eneng.

FYI, 7 Wonders of Banten antara lain, Banten Lama, Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Sangiang, Suku Baduy, Pulau Umang, Gunung Krakatau, dan Rawadano.

Situs sejarah Banten Lama merupakan sisa kejayaan Kerajaan Islam Banten pada Abad ke-16. Situs sejarah Banten Lama ini terletak di kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Di kawasan situs sejarah tersebut diantaranya kita dapat mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lamayang, Keraton Surosowan, Masjid Agung, Benteng Speelwijk, Vihara Avalokitesvara, Istana Kaibon, dan Pelabuhan Krangantu.

“Para pecinta wisata sejarah dan religi akan puas sekali di Banten Lama. Karena semua berada dalam satu kawasan,” tambah Eneng.

Taman Nasional Ujung Kulon yang terdiri dari Pulau Peucang, Panaitan, Handeuleum, Taman Jaya dan Gunung Honje Utara merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka Badak Jawa atau dikenal Badak Bercula Satu dan satwa langka lainnya.

“Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO,” jelas Eneng.

Pulau Sangiang adalah Taman Wisata Alam yang terletak di Selat Sunda 10 Km dari Pantai Anyer. Pulau Sangiang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang menyukai wisata bahari.

“Keindahan alam dan pantai berpasir putih serta gugusan terumbu karang yang dihiasi ikan berwarna-warni merupakan obyek wisata utama di Pulau Sangiang. Ini surganya pecinta wisata bahari,” lanjut Eneng.

Keberadaan Suku Baduy dan Cisusang juga jadi daya tarik tersendiri. Suku Baduy yang bermukim di areal seluas 5.101 ha di Desa Kanekes, Leuwidamar atau sekitar 38 km dari Rangkasbitung, kota kabupaten Lebak.

Masyarakat Baduy memiliki hukum adat yang sangat kuat dengan sistim pemerintahan sendiri yaitu pemerintahan adat Baduy dengan kepala pemerintahan disebut Puun yang jumlahnya ada tiga yaitu: Puun Cikeusik, Cikertawarna dan Cibeo.

“Kalau suku Cisungsang dikenal masyarakat adatnya yang masih teguh mempertahankan adat-istiadat pra-Islamnya. Tidak seperti suku Baduy, masyarakat adat Cisungsang relatif lebih terbuka dengan kemajuan teknologi,” ungkap Eneng.

Jika mendengar gunung Krakatau, tentunya sebagian kita tahu bahwa dahulu gunung Krakatau pernah meletus dan merupakan salah satu letusan gunung berapi terdahsyat di dunia. Konon suara letusan gunung Krakatau mencapai radius 4.500 km dari titik pusat ledakan dan terdengar oleh seperdelapan penduduk bumi.

“Di Gunung Krakatau kita bisa menikmati berbagai kegiatan, seperti treking anak gunung dengan pemandangan luar biasa, dan juga bisa snorkling dengan pemandangan bawah laut penuh terumbu karang dan ikan hias yang menawan,” beber Eneng.

Pulau Umang berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung, destinasi wisata ini patut dikunjungi bila ke Banten. Pulau Umang memiliki pasir putih dan air yang biru jernih, ombaknya pun relatif tenang.

“Pulau Umang sangat cocok dijadikan destinasi wisata keluarga. Terumbu karangnya sangat menarik jika diabadikan di dalam kamera,” kata Eneng.

Rawadano ini berlokasi di Desa Luwuk yang menjadi bagian dari Gunung Sari. Rawadano banyak digunakan masyarakat Banten dengan menaiki perahu dan berpetualang di seluruh area.

Kamu akan mendapatkan pengalaman unik yang belum banyak dijamah orang di sana.

“Suasananya mungkin sama dengan danau pada umumnya, hanya saja keasrian lokasi sekitarnya masih sangat terjaga. Anda bisa menggunakan perahu nelayan untuk berpetualang di rawa,” tutup Eneng. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id