Viral

Pink Moon Bukan April Moop

ZETIZENS.ID – Pada 1 April 2026 nanti tepat saat April Moop, bakal ada Pink Moon aloas.Bulan Purnama Merah Muda). Ini riil bukan prank ya.

Fenomena ini menandai bulan purnama pertama di musim semi, namun bulan tidak benar-benar berwarna merah muda. Bulan akan terbit di timur setelah matahari terbenam dan tampak bulat sempurna. Ini adalah purnama biasa yang juga dikenal sebagai Grass Moon atau Egg Moon.

Waktu puncak diperkirakan pada 1 April 2026 pukul 22:12 Waktu Musim Panas Bagian Timur (EDT).

Pengamatan di Indonesia dapat diamati pada malam hari tanggal 1 April 2026, dengan bulan terbit di ufuk timur sekitar pukul 18.00–18.15 WIB dan mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 00.30 WIB.

FYI, nama “Pink Moon” diambil dari warna bunga creeping phlox (atau moss pink) yang mekar di Amerika Utara pada awal musim semi.

Penampilannya adalah nulan purnama akan terlihat putih terang atau sedikit kekuningan, tergantung kondisi atmosfer, bukan berwarna merah muda.

Fenomena ini dapat disaksikan secara langsung di seluruh Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika tanpa perlu teleskop.

Sempurna

Laman Detik membahas, peristiwa ini terjadi pada 1-2 April, saat Bulan berada dalam fase purnama dan tampak bulat sempurna dari Bumi.

Meski namanya terdengar unik bahkan terkesan ajaib, banyak orang masih salah paham soal fenomena ini.

Secara ilmiah, Pink Moon hanyalah fase Bulan purnama biasa. Pada fase ini, Bulan berada di sisi berlawanan dari Bumi terhadap Matahari, sehingga seluruh permukaannya terlihat terang.

Mengutip dari SeaSky.org, puncak fase purnama ini akan terjadi pada 2 April sekitar pukul 02.13 UTC atau 09.13 WIB. Namun, Bulan tidak akan benar-benar berwarna pink.
Warnanya tetap putih terang atau sedikit kekuningan, seperti purnama pada umumnya. Jika terlihat agak jingga atau kemerahan, itu biasanya karena efek atmosfer saat Bulan berada dekat horizon, bukan karena berubah menjadi pink.

Amerika

Penyebutan Pink Moon ternyata berasal dari tradisi suku asli Amerika (Native American). Mereka menamai purnama April berdasarkan fenomena alam yang terjadi saat itu.

Di awal musim semi di bulan April, muncul bunga liar berwarna pink bernama moss pink atau wild ground phlox. Dari sinilah nama Pink Moon berasal.

Selain Pink Moon, purnama di bulan April di dunia Barat juga dikenal dengan beberapa julukan lain, yakni Sprouting Grass Moon, Growing Moon, Egg Moon, dan Fish Moon. Nama-nama tersebut mencerminkan perubahan musim dan aktivitas alam, seperti tumbuhnya tanaman hingga migrasi ikan.

Fenomena ini bisa dilihat langsung tanpa alat khusus. Kamu cukup mencari lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya. Waktu terbaik untuk mengamati adalah saat Bulan terbit di awal malam, atau menjelang tengah malam hingga dini hari.

Ketika berada di dekat horizon, Bulan biasanya terlihat lebih besar dan dramatis, cocok untuk diamati atau difoto. Meski bukan fenomena langka atau perubahan warna ekstrem, Pink Moon tetap menarik karena menandai pergantian musim di belahan Bumi utara dan punya nilai historis dan budaya. Bagi pecinta fotografi maupun pengamat langit, ini adalah kesempatan sederhana namun spesial untuk menikmati keindahan alam. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id