Lisa BLACKPINK Bintangi Film Tygo, Gunakan Kota Tua Jakarta sebagai Lokasi Syuting

ZETIZENS.ID — Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta mendadak ditutup sementara setelah dipilih sebagai salah satu lokasi syuting film internasional berjudul Extraction: Tygo, yang dibintangi Lisa BLACKPINK dan aktor Ma Dong-seok. Penutupan ini memicu perhatian publik dan jadi bahan perbincangan warganet.
Penutupan kawasan wisata di Jakarta Barat itu dilakukan pada 28–29 Januari 2026. Akses sejumlah ruas jalan seperti Jalan Kunir dan sekitarnya ditutup sementara dan arus lalu lintas direkayasa guna memberi ruang bagi tim produksi melakukan pengambilan gambar.
Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta mengonfirmasi bahwa kegiatan syuting memang berlangsung di area tersebut dan turut meminta maaf kepada publik atas pembatasan akses sementara. Kebijakan ini merupakan bagian dari dukungan kepada produksi film besar internasional.
Proses syuting Extraction: Tygo ini juga telah mendapatkan izin resmi dari pihak berwajib, termasuk otoritas keamanan, karena melibatkan warga negara asing dan berlangsung di beberapa wilayah hukum, seperti Jakarta dan Jawa Barat. Tak hanya sekadar penutupan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Dishub dan Kepolisian pun menerapkan rekayasa lalu lintas. Beberapa titik ditutup atau dialihkan sementara agar aktivitas produksi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu keselamatan publik.
Selain Kota Tua, syuting film ini juga berlangsung di lokasi lain di Indonesia, termasuk Bandung dan beberapa kota lainnya, sebagai bagian dari rangkaian pengambilan gambar proyek film internasional tersebut. Di sisi lain, penutupan sementara kawasan wisata ini memunculkan beragam tanggapan. Sebagian masyarakat menilai kegiatan syuting film internasional dapat memberikan dampak positif, terutama dari sisi promosi pariwisata Jakarta ke kancah internasional.
Setelah seluruh rangkaian syuting selesai, kawasan Kota Tua dijadwalkan kembali dibuka dan beroperasi normal. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memahami kebijakan sementara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif dan perfilman internasional. Meski sebagian lokasi sudah kembali normal dan dibuka untuk umum, rekayasa arus lalu lintas diperkirakan masih berlangsung hingga awal Februari 2026 untuk kelanjutan pengambilan gambar film tersebut di sekitar Jalan Cengkeh, sehingga masyarakat diminta memahami kondisi sementara ini.
(Sarah)







