Viral

Tarian Semut Lagi Viral, Bahkan Sampai Mancanegara

ZETIZENS.ID – Pernah dengar konten video dengan backsound sakeding sakedung dan gesture seperti memohon maaf atau selamat datang tapi dengan posisi terbalik? Yap, itu adalah tarian semut.

Lagi viral banget di media sosial nih. Syakirah DA 7 juga mengajak para host seperti Ramzi dan Gilang mencoba tarian ini saat tayangan live DA 8 di Indosiar. Para member JKT48 juga bikin konten TikTok ini. Daaan, para kpop idol juga loh. Wah mendunia ya.

Tarian semut atau “tari semut”awalnya merupakan tari kreasi nusantara yang menggambarkan kehidupan hewan semut, dibawakan anak TK saat acara sekolah lengkap dengan kostum semut.

Akhirnya tren joget ini viral di media sosial yang diiringi audio “Sakedungkeding”. Dan diparodikan Agung Karmalogi, TikTokers sipaling update parodi.

Sebagai tari kreasi nusantara, ini merupakan bentuk tari garapan baru alias tari kreasi yang sering diajarkan pada anak-anak usia dini atau sekolah dasar seperti di Jawa Timur.

Tarian ini menirukan gerak gerik koloni semut yang berjalan membungkuk, berbaris rapi, saling menolong, serta gotong royong mencari makan.

Tren Media Sosial

Menggunakan suara atau sound bertuliskan “Sakedungkeding” yang identik dengan tarian semut, ternyata lagu ini berasal dari alunan lagu pengantar tidur (lullaby) asal Thailand dengan lirik pelafalan yang jenaka dan tanpa makna khusus.

Sound ini menjadi viral dan banyak ditirukan warganet dalam berbagai tantangan video pendek di platform seperti TikTok karena gerakannya yang lucu, kompak, serta menghibur.

Untuk tarian semut yang viral ini bermula dari video berisi seorang anak menari kan tarian semut lengkap dengan property khas nya, akhirnya video ini meledak dan banyak diikuti oleh warganet. Tak hanya itu, bahkan semua jagat maya tengah heboh dengan tarian ini.

Melansir laman ikonser.id, Tren tarian semut pertama kali diinisiasi oleh seorang penari profesional sekaligus koreografer digital asal Taiwan bernama Dino (dikenal di media sosial dengan nama pengguna @dino_0920).

Pada pertengahan tahun 2024, Dino mengunggah sebuah video pendek yang menampilkan dirinya bersama sekelompok penari latar memperagakan gerakan tangan estetik yang sangat presisi di depan kamera.

Gerakan tersebut dinamakan “Tarian Semut” karena formasi tangan para penari yang saling sambung-menyambung, bergerak naik-turun secara bergelombang, dan menyerupai perilaku koloni semut yang sedang bergotong-royong.

Konsep visual yang rapi dan bersifat adiktif (satisfying) ini langsung memicu algoritma platform media sosial untuk menyebarkannya secara global.

Tren ini banyak ditiru oleh pelajar, keluarga, pegawai, hingga kreator konten dengan menggunakan lagu yang terdengar seperti “Sakedung Kading” atau “Sekedung Keding”.

Versi lain menyebut, popularitas versi yang ramai dibicarakan di Indonesia bermula dari video penampilan murid kelas VI SD Negeri 3 Munggu dalam acara pelepasan peserta didik.

Sekolah tersebut berada di Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
Para siswa tampil berkelompok dengan gerakan pendek dan ekspresi polos yang kemudian disebut sebagai Tarian Semut.

Video penampilannya memperoleh lebih dari 30 juta penayangan setelah beredar luas di media sosial.

Meski demikian, belum ada bukti yang memastikan bahwa seluruh koreografi Tarian Semut pertama kali diciptakan di sekolah tersebut. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id