Khazanah

Ajak Cerdas Memfilter Berita, OCBC, Tempo Institute dan ISMN Gelar Workshop untuk 50 New Media

OCBC, Tempo Istitute dan ISMN menyelenggarakan workshop di Ballroom OCBC Space, BSD Tangerang, Senin (27/7/2026)

ZETIZENS.id – Pada era digital saat ini, 70 persen penduduk Indonesia sudah terkoneksi dan terpapar arus data yang masif setiap detiknya. Masalah terbesar kita sebenarnya jauh lebih sunyi namun mematikan: bagaimana cara memfilter kebenaran di tengah lautan informasi yang tak bertepi.
“Isunya bukan lagi soal bagaimana mengakses informasi, tetapi bagaimana cara memfilternya,” ujar Rudy Hamdani, Assisted Channel & Services Head OCBC saat membuka workshop di Ballroom OCBC Space, BSD Tangerang, Senin (27/7/2026).
Jika di masa lalu, tantangan terbesar manusia adalah mencari tahu. Hari ini, tantangan itu berbalik 180 derajat. Kita justru yang tenggelam dalam kebisingan informasi. Berita bohong (hoax) yang mengandung disinformasi, misinformasi, hingga malinformasi berseliweran bebas di linimasa.
Ironisnya, fenomena ini tidak jarang menjebak kalangan media itu sendiri. Banyak media baru yang awalnya ikut menyebar berita keliru, baru menyadari kesalahannya di kemudian hari, lalu berakhir dengan permintaan maaf terbuka kepada publik.
Memitigasi hal tersebut, OCBC Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Social Media Network (ISMN) dan Tempo Institute memberikan pelatihan singkat kepada 50 media untuk diajak aktif memproduksi informasi yang terverifikasi dan bertanggung jawab.
“Fondasi etika (media) menjaga kepercayaan publik antara lain menyampaikan kebenaran, menyaring informasi untuk mengurangi dampak buruk dn tetap menjaga independensi,” ujar CEO Tempo Digital dan Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indoneska (AMSI), Wahyu Dhyatmika di acara yang sama.
Para jurnalis dan pengelola media baru tidak dibiarkan berjuang sendiri. Mereka diberikan petunjuk khusus bagaimana menjalankan kerja jurnalistik untuk menghindari penyebaran hoax dan jauh lebih teliti pada kasus fraud di media digital sehingga masing-masing new media memiliki daya tahan dan kapabilitas penuh untuk menghindari jebakan misinformasi, disinformasi, dan malinformasi dalam memproduksi konten berita. (*)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

zetizens.id