Life Style

Sundanis Lanjutkan Kesuksesan EGP Melalui Singel Baru Duet Bersama Uiendha “Bad Mood”

ZETIZENS.ID – Tidak butuh waktu lama setelah merilis single perdana di bawah label FloorInc, Sundanis sudah kembali lagi dengan lagu kedua. Mengambil judul “Bad Mood”, musisi multitalenta ini mengaku terinspirasi dari pengalaman pribadinya yang, ia yakin, juga dirasakan oleh semua orang.

Ide lagu Bad Mood ini aku dapat dari berbagai hal yang aku alami sehari-hari. Misalnya, saat lagi sama pasangan, tiba-tiba ada hal yang bikin kesal. Tentu saja itu bikin mood langsung berubah jadi bad,” ungkapnya.

Seperti halnya “EGP”, yang kini sudah didengar oleh 1,2 juta orang lebih di platform musik Spotify, single keduanya ini masih setia dengan warna hipdut yang menjadi ciri khas Sundanis.

Pengerjaannya bahkan tergolong singkat karena hanya memakan waktu satu hari. Meski begitu, ada cerita di balik pembuatannya karena adanya perubahan dari segi musik. 

“Jadi, lagu “Bad Mood” itu bisa dibilang sudah rampung sebelum terpilih menjadi single kedua. Namun, tiba-tiba aku punya ide dadakan sehingga aransemen musik dan notasi lagunya diubah total. Jadilah hasilnya seperti yang kalian dengar sekarang,” tuturnya.

Jika di single sebelumnya, Sundanis membuat dua versi, yaitu versi solo dan versi duet, kini di “Bad Mood”, ia hanya menghadirkan konsep duet dengan menggandeng model asal Bandung, Uiendha.

“Semoga kolaborasi ini bisa memberi warna baru dalam perjalanan musikalku dan semoga para pendengar musikku bisa merasakan nuansa yang berbeda dan lebih segar,” harap pria asal Bandung ini.

Lewat single terbaru ini pun, Sundanis berharap dapat meraih pencapaian yang lebih tinggi dibanding karya sebelumnya.

“Harapanku, single terbaru ini bisa lebih diterima lagi oleh semua lapisan masyarakat Indonesia, jauh melebihi EGP dan lagu-lagu Sundanis sebelumnya. Meski mungkin bahasanya kurang familiar bagi beberapa kalangan, tapi bahasa musik itu universal. Jadi, meskipun tidak paham liriknya, tapi kalau melodinya enak dan orang suka, mereka pasti bisa menerima lagu itu,” ungkapnya penuh optimisme.

Satu hal yang membuat pengagum musisi Doel Sumbang ini senang dengan perkembangan musik lokal sekarang adalah semakin diterimanya genre hipdut di berbagai kalangan, bahkan hingga ke Gen Z.

“Aku melihat perkembangan hipdut sekarang sedang bagus banget. Tidak hanya didengar oleh kalangan terbatas, tapi hipdut bisa diterima dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia yang masih awam terhadap musik hip hop. Hipdut pun juga memberikan warna baru bagi genre hip hop Indonesia. Aku berharap genre Hipdut bisa terus meraih banyak penggemar serta mewarnai peta musik Indonesia, bahkan hingga ke ranah internasional,” tuturnya.

Single kedua Sundanis, “Bad Mood”, bisa didengarkan di platform musik digital mulai 27 Februari 2026. (Sobri)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id