Hanya 19% Perusahaan di Indonesia Siap Adopsi AI, Commsult Hadir dengan Pendekatan yang Lebih Sederhana

ZETIZENS.ID – Minat perusahaan terhadap kecerdasan buatan (AI) terus meningkat, namun tingkat kesiapan masih tertinggal. Laporan Cisco AI Readiness Index 2024 menunjukkan hanya 19% organisasi di Indonesia yang tergolong siap mengadopsi AI.
Di sisi lain, Indonesia masuk dalam 20 besar negara dengan minat tertinggi terhadap AI, berdasarkan laporan Google dan Bain “e-Conomy SEA 2025”.
Kedua temuan ini menggambarkan adanya kesenjangan: ketertarikan terhadap teknologi berkembang pesat, tetapi kemampuan untuk mengimplementasikan AI itu sendiri belum sepenuhnya dapat mengikuti.
Menurut laporan McKinsey “The state of AI in 2025: Agents, innovation, and transformation”, 50% dari perusahaan yang memanfaatkan AI untuk transformasi bisnis secara menyeluruh (AI high performers) menargetkan perubahan besar dalam tiga tahun ke depan, atau 3,6 kali lebih tinggi daripada perusahaan yang belum memanfaatkan AI.
Data ini membuktikan bahwa strategi AI yang jelas dan terarah secara langsung mendorong peningkatan yang signifikan.
Kesenjangan antara antusiasme dan kesiapan ini membuat banyak perusahaan mulai melirik AI, tetapi belum yakin bagaimana memulainya.
Tantangannya beragam, mulai dari menentukan use case yang tepat, menilai kesiapan sistem internal, hingga memastikan teknologi yang dipilih benar-benar relevan dengan kebutuhan operasional.
Menjawab kondisi tersebut, commsult, perusahaan teknologi asal Jerman dengan pengalaman lebih dari dua dekade, kini memperluas layanan implementasi dan penerapan AI bagi bisnis di Indonesia.
“Kami percaya masa depan bisnis Indonesia akan ditentukan oleh bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan AI secara strategis,” ujar Yanfa Putra, Head of AI Transformation commsult. “Di commsult, kami menjadikan AI bukan sekadar konsep, tetapi solusi nyata yang telah diterapkan langsung pada keseharian.”
Mendorong Pemanfaatan AI yang Lebih Nyata
Commsult memposisikan diri sebagai mitra yang menerjemahkan teknologi kompleks menjadi solusi praktis. Pendekatannya mencakup asesmen, uji coba, penyesuaian sistem, hingga implementasi penuh, agar setiap proyek tidak berhenti sebagai presentasi, prototipe atau pilot projek yang sekadar wacana.
Fokusnya sederhana: meningkatkan efisiensi proses dengan menghadirkan AI yang bekerja di belakang layar untuk mengotomatiskan sistem operasional dan mengoptimalkan produktivitas tim.
Berdasarkan data implementasi klien commsult di industri entertainment, AI digunakan untuk membandingkan dua versi video yakni video dalam bentuk draft dan video final. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh revisi pada proses drafting telah sesuai dengan brief yang ditentukan.
Teknologi AI oleh commsult ini digunakan oleh 5.000 pengguna dengan lebih dari 500.000 konten yang dihasilkan, teknologi ini membantu mempercepat proses pengecekan.
Hasilnya, proses kerja menghemat sekitar 10.000 jam kerja atau setara dengan beban kerja 62 karyawan penuh selama satu bulan, kualitas pengecekan konten lebih maksimal, dan biaya operasional jauh berkurang.
Di bidang customer service, solusi chatbot commsult mampu menjawab sekitar 80% pertanyaan rutin tanpa menambah beban tim layanan pelanggan, sekaligus meningkatkan kecepatan dan konsistensi respons.
Tidak hanya itu, AI commsult juga dapat membaca pola kunjungan pelanggan melalui rekaman CCTV dan mengidentifikasi area paling ramai di toko. Data ini memberi dasar objektif bagi toko ritel untuk menata ulang produk dan mendorong impulse buying, sesuatu yang sulit dilakukan secara manual.
Di tengah semakin beragamnya penerapan AI seperti ini, pakar keamanan siber Pratama Persadha menilai peran konsultan dan integrator teknologi menjadi semakin krusial.
Menurutnya, sebagai pakar yang telah mengamati ratusan kasus implementasi teknologi di Indonesia, keberhasilan implementasi AI tidak lagi bergantung pada seberapa canggih algoritmanya, melainkan pada seberapa baik teknologi itu terintegrasi dengan proses bisnis dan budaya kerja.
“Konsultan kini berperan sebagai orkestrator yang menyatukan strategi, manusia, dan sistem dalam satu keselarasan digital yang efektif.”
Sejalan dengan pandangan tersebut, commsult mendorong penggunaan AI sebagai alat kerja yang mudah dipakai, bukan teknologi yang terasa jauh dari operasional sehari-hari. Bagi Commsult, transformasi digital bukan soal mengikuti tren, melainkan menemukan cara bekerja yang lebih efisien dan tepat sasaran. (Zee)







