Sena, Film Terbaru Kremov yang Mengangkat Tema Eksploitasi yang Jarang Dikenali
Ni Made Chandra, Zetizens Icon 2019 Berperan jadi Fira

ZETIZENS.ID – Kremov Pictures kembali merilis film terbarunya pada Senin (26/1/2026) di XXI Ramayana Cilegon. Film berjudul Sena, Tradisi di Ujung Jemari ini untuk pertama kalinya dipertontonkan kepada publik dalam acara Gala Premier di Studio 3 XXI Ramayana Cilegon sekira pukul 16.00 WIB.
Film yang berdurasi sekitar satu jam ini berkisah tentang Sena, remaja yang tinggal di pesisir pantai, memiliki skill memjjat turunan dari orangtua dan kakek neneknya. Ia terjebak dalam bisnis eksploitasi pijat plus-plus setelah menerima penawaran bekerja sebagai terapis.
Eksploitasi pekerja laki-laki ini dianggap menarik bagi tim produksi karena jarang dinotice atau dikenali. Selama ini eksploitasi di bidang ini selalu menyoroti para wanita bukan pria.
Ilham Prayoga, Produser Film Sena menegaskan, pesan dalam film ini adlaah lingkungan masyarakat kita untuk eksploitasi cenderung ke wanita.
“Ternyata laki-laki juga bisa jadi korban sistem yang tidak sehat. Tantangan untuk produksi film ini banyak, mulai dari di lokasi syuting, perpindahan lokasi syuting dadakan, dan lainnya,” tuturnya.
Saat sambutan sebelum pemutaran film mengatakan, alhamdulilah film ini akhirnya tayang. “Terimakasih untk talent, kru, dan semua yang sudah berdedikasi sehingga film Sena bisa disaksikan untuk siapapun,” tukasnya.
Darwin, Sutradara film Sena sekaligus pendiri dan pimpinan Kremov Pictures mengungkapkan, film Sena ini proses syutingnya sejak satu tahun lalu.
“Proses produksi film Sena mulai dari awal 2025. Cast-nya dari berbagai daerah. Ternyata tidak mudah mendapatkan cast yang cocok. Setelah hari ini, film Sena bakal tayang di berbagai even dan bakal diikutsertakan di festival internasional di Eropa,” lapar Darwin.
Film Sena menurut Darwin adalah kebanggaan bagi kita semua. Ia berharap, penonton bisa mengambil manfaat dari film Sena.
Saat ditanya MC, selama proses penyutradaraan adegan apa yang sangat berkesan, Darwin menjawab, saat tokoh Andi dan Sena dialog di pantai.
Pada adegan ini, karakter Andi yang bekerja selama lima tahun sebagai terapis untuk membiayai pendidikan adiknya memberi nasihat kepada tokoh Sena untuk bersabar.
“Adegan ini sangat berkesan, feel sangat dapet dsn kuat. Mereka sangat tepat memerankan tokoh ini,” jelasnya.
Film Sena yang berlabel untuk usia 21 tahun ke atas ini menyuguhkan beberapa adagan dewasa. Untuk adegan ini kata Darwin, dengan dukungan cast dan kru.
“Yang diputar kali ini adalah versi sensor yang versi uncut kami persiapkan untuk di ajang festival di luar negeri,” kata Darwin lagi.
Anis Riyuu, penulis skenario film Sena mengatakan, ide film ini dari Darwin. “Tapi kita diberi kepercayaan untuk pengembangannya. Premisnya tentang pijat. Kebetulan punya pengalaman di bidang ini karena orangtua bekerja di pijat refleksi. Itu juga yang saya bagi ke penonton,” jelasnya.
Sena dan Fira
Peran Sena begitu apik diperankan Vega Dila Kiswanto. Sena yang sehari-hari sebagai tukang banana boat dan berbahasa Jawa Serang ini ternyata bukan kehidupan sehari-hari Vega.
Saat ditanya MC bagaimana cara mendalami sosok Sena, Vega bilang, dibantu Darwin sang sutradara.
“Untuk dialog bahasa Jawa Serang, dibantu kru bahkan diajari cara pelafalannya. Untuk menghafal script, cukup singkat. Jeda seminggu setelah dinyatakan lolos casting dilanjut reading script,” tutur Sena.
Untuk adegan dewasa dalam film ini, Vega bilang, iya iya aja dengan adegan tersebut. Bahkan versi asli yang bukan diputar saat Gala Premier sangat gila.
Di film yang mengambil latar Hotel Pisita Anyer dan Pulau Umang Pandeglang ini, Vega beradu peran dengan Ni Made Chandra yang berperan sebagai Fira. Model yang memulai karier modeling sejak SD hingga kerap runway di even keren di Jakarta ini adalah Zetizens Icon 2019.

Orangtua Ni Made Chandra yang turut mendampingi saat Gala Premiere Sena ikut bangga melihat pencapaian sang anak.
Pemeran lain adalah Pipien Putri yang menjadi ibu Sena. Menurutnya, Darwin sang sutradara cukup berani mengangkat tema ini. “Di film ini sepanjang film saya dituntut memakai bahasa Jawa Serang padahal baru kenal bahasa Serang di film ini. Ini film kedua bersama Kremov setelah Leuit. Mudah mudahan orang-orang Serang menerima peran saya,” tegasnya.
Boyan Priatna yang berperan sebagai ayah Fira bilang, dihubungi melalui DM saat ditawari peran ini dan eminggu kemudian langsung syuting setelah menerima tawaran ini.
“Pada intinya terimakasih untuk semua kru. Semoga film Sena menjadi inspirasi dan edukasi dan jadi juara pada festival yang akan diikuti,” tuturnya saat sesi penjelasan usai pemutaran film.
Congrats ya Kremov. Ditunggu karya-karya selanjutnya. (Hilal)







