Gen Z Lagi Keranjingan Soft Socializing, Apa Itu?

ZETIZENS.ID – Ada-ada saja yang digemari Gen Z. Saat ini mereka sedeng keranjingan soft scializing. Apa itu?
Yap, soft socializing lagi populer di kalangan Gen Z. Soft socializing atau sosialisasi ringan adalah cara berkumpul anak muda yang berfokus pada aktivitas bersama tanpa tekanan.
Berbeda dengan nongkrong konvensional di bar atau pesta yang menuntut percakapan intens dan menguras energi (social battery drain), tren ini mengutamakan kenyamanan.
Konsep ini mirip dengan anak-anak yang bermain berdampingan alias paralel play. Orang dewasa atau remaja duduk di satu meja, sibuk dengan kerajinan masing-masing, namun tetap merasakan kehangatan dari kehadiran orang lain di sekitarnya tanpa keharusan mengobrol terus-menerus.
Salah satu tempat yang dijadikan aktivitas ini adalah Splendore, sebuah bengkel kreatif (creative workshop) yang menjadi wadah populer bagi Gen Z untuk menerapkan tren gaya hidup baru yang disebut soft socializing ini.
Bengkel kreatif atau ruang lokakarya (workshop) ini menjadi tempat anak muda membuat kerajinan tangan, seperti rajutan, aksesori, dan dekorasi dinding.
Lebih Sehat
Gen Z menggunakan aktivitas ini sebagai alternatif nongkrong yang lebih positif, autentik, dan mendukung kesehatan mental.
Ruang lokakarya yang cozy berfungsi sebagai healing space dan penghilang stres. Beberapa aktivitas utama dan dampaknya meliputi:
Mengurangi Screen Time: Aktivitas fisik seperti merajut (knitting), menyulam, membuat makrame, atau menyusun manik-manik memakan waktu berjam-jam. Hal ini efektif menjauhkan anak muda dari ketergantungan gawai (gadget).
Personalisasi (Embellishment): Pengunjung dapat mengeksplorasi kreativitas mereka dengan menambahkan detail personal pada aksesori atau barang jadi milik mereka agar terlihat unik dan estetik.
Wadah Pengembangan Diri: Selain menyalurkan hobi, tempat ini menjadi ruang untuk mempelajari keterampilan baru secara santai dan ekonomis.
Ramah di Kantong
Tempat-tempat crafting berbasis komunitas ini umumnya dirancang agar ramah di kantong mahasiswa atau pekerja muda:
Tarif Kelas: Mulai dari Rp40.000 per jam (bisa bervariasi tergantung lokasi dan jenis material yang digunakan).
Produk Jadi & Kit Mandiri: Pengunjung juga bisa membeli peralatan crafting mandiri (DIY kits) atau kerajinan tangan siap pakai dengan harga mulai dari Rp25.000.
Secara keseluruhan, fenomena ini menunjukkan pergeseran budaya di mana keberhasilan sebuah pertemuan tidak lagi diukur dari seberapa riuh suasananya, melainkan dari seberapa tenang dan produktif jiwa mereka saat pulang ke rumah. (Zee)







