Rafael COC Season 2, Kapten yang Bikin Salfok

ZETIZENS.ID – COC Season 2 punya cowok-cowok keren yang seru banget untuk dipantengin. Salah satunya adalah Rafael. Pintar, tampan, berprestasi, atlit lagi.
Kalau kamu udah nonton episode Clash of Champions Season 2, di episode 7 para champions bermain Solar Enigma. Permainan ini adalah permainan tim, dan setiap tim dipimpin oleh seorang kapten.
Dari 10 kapten tim, Rafael salah satu yang bikin salfok. Laman Ruang Guru menyebut, selain pintar secara akademik, Rafael juga pintar di bidang olahraga, serta punya leadership yang baik sebagai kapten tim!
Bahkan Satya sebagai anggota tim Rafael pun mengakui bahwa keberhasilan timnya lolos di Solar Enigma itu sangat ditentukan oleh Rafael, karena Rafael bisa memimpin teman-temannya sambil mencari solusi untuk menyelesaikan misi.
Kalau aktif mengikuti sosmednya Rafael, kamu juga pasti ngeuh kalau Rafael itu setiap hari pasti olahraga. Entah lari, padel, futsal, dan lainnya.
Mahasiswa UGM ini sempat mengikuti student exchange ke Italia loh. Penasaran?
Biodata Rafael
Nama Lengkap: Rafael David Santoso
Nama Panggilan:Rafael
Tempat Tanggal Lahir: Surabaya, 16 September 2003
Kota Domisili: Bantul, Yogyakarta
Riwayat Pendidikan
Universitas Gadjah Mada, Jurusan Teknik Kimia
SMA Kolese Loyola Semarang
Angkatan Kuliah: <span;>2021
GPA: 3,72/4,00
Akun Media Sosial
Instagram: @rafaeldavids_
Tiktok: @rafaeldavids_
LinkedIn: linkedin.com/in/rafaeldavidsantoso
Whatsapp Channel: Chipmunks
Hobi: Olahraga, hafalin nama-nama negara di peta dunia, ngopi
<span;>Prestasi Rafael
IISMA 2024 Awardee at the University of Siena, Italy (fully funded student exchange)
1st Runner-Up Marketeers Innovation Challenge (MIC) Season 2 2023 – Pertamina Patra Niaga Channel Innovation (National)
Gold Medalist of Universitas Gadjah Mada Basketball Championship PORSENIGAMA UGM 2023
4th Winner Kejurnas Bola Basket U-14 2017 Tingkat Nasional sebagai Team Captain dari DIY
Amazing
Rafael membuktikan bahwa meskipun ia memiliki passion di bidang olahraga, hal itu ga menghalanginya untuk tetap berprestasi di bidang akademik.
Bayangin aja, Rafael bahkan dapat beasiswa penuh untuk pertukaran mahasiswa ke University of Sienna di Italia.
Rafael juga pernah dapat penghargaan sebagai tim captain di Kejurnas Bola Basket U14 tahun 2017.
Mahasiswa Teknik
Alasan Rafael ambil jurusan Teknik Kimia UGM karena ia meraasa anak yang curious/suka ingin tahu segala hal.
Teknik kimia ini membahas seluruh proses dari sebuah bahan baku menjadi produk dengan nilai guna yang lebih tinggi untuk digunakan sehari-hari. Produknya pun sangat bervariasi, mulai dari sabun, ember, bahkan bensin!
“Aku juga melihat prospek kerja lulusan teknik kimia ini bagus, sehingga hal ini lebih bikin aku mantep untuk memilih jurusan teknik kimia di UGM. Kenapa UGM? Tentunya karena termasuk salah satu dari Top 3 PTN di Indonesia, dari kecil aku tinggal di Jogja jadi udah pengen banget dari kecil untuk bisa masuk UGM,” ungkap Rafael.
Rafael juga aktif di kegiatan kampus. Kata dia, hal itu ia lakukan karena aku suka semua hal tersebut. Bertemu orang-orang baru, saling menginspirasi dan mendukung, sehat bersama itu adalah kegiatan-kegiatan yang memberikannya gairah untuk terus melangkah maju dalam hidup.
“Aku pernah ikut organisasi dari pemberi beasiswa ku, Tanoto Foundation, yang berisi pelatihan kepemimpinan, pengembangan diri, dan global networking. Selain itu, aku pernah ikut StudentsCatalyst yaitu organisasi nasional yang memberikan komunitas supportif dan bantu mempersiapkan perjalanan kuliahku untuk menentukan career path setelah lulus kuliah. Aku juga pernah menjadi presiden organisasi di Tanoto Scholars Association UGM, dimana aku belajar untuk menjadi pemimpin yang dapat merangkul sesama untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial sesuai SDGs.
Oh ya, ada juga Society of Petroleum Engineers (SPE) juga yang mendukung pengetahuan dan karirku di bidang teknik kimia! Selengkapnya check linkedin ku ajaa,” jelasnya.
Aktif di organisasi, olahraga, dan juga berprestasi di bidang akademik, Rafael punya cara membagi waktu dan tetap produktif.
“Aku juga masih dalam tahap meningkatkan time managementku. Aku biasanya membagi waktu dengan menggunakan tools seperti planner atau Google Calendar, biar tahu aku dalam sehari atau bahkan seminggu itu ada acara apa aja.
Selain itu, aku juga sering pasang alarm untuk bantu ingatkan jadwal harian, serta sticky notes di laptop/HP biar bisa inget terus ada deadline apa yang paling dekat untuk aku kerjakan. Tools lainnya yang sering aku pakai adalah The Eisenhower Matrix untuk pilah-pilah kegiatanku berdasarkan tingkat urgency dan importancy-nya,” jawabnya.
Italia
Mengenai student exchange ke University of Siena, Italia dan bisa dapet Full Scholarship, Rafael bilang bermula dari SMA yang pengen banget kuliah di luar negeri.
Ketika COVID-19 melanda, ia banyak menonton YouTube di waktu senggang. Ia paling tertarik ketika melihat vlog mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri. Bagaimana mereka mendapatkan teman-teman internasional, menerima budaya baru, serta belajar sambil bertahan hidup di luar sana.
“Hal ini menginspirasiku untuk berkuliah di luar negeri, tetapi aku belum bisa langsung mulai kuliah di luar negeri setelah SMA karena tidak mendapatkan beasiswa fully funded. Aku pernah tertarik dengan GKS dari pemerintah Korea dan MEXT dari pemerintah Jepang, cuma belum lolos. Terus aku pernah apply langsung ke salah satu universitas di China, menjalani tes Math A level yang aku pelajari sendiri, tetapi ternyata baru membuahkan hasil beasiswa 50% + dorm, yang tuition nya masih terlalu besar untukku,” tukasnya.
Saat aku masuk UGM, di tahun 2021 ia mendengar ada program baru dari Kemendikbud untuk exchange ke luar negeri, yaitu program IISMA.
Ia sangat tertarik dengan program ini sehingga semangat untuk mempertahankan IPK tinggi dan mulai berlatih bahasa Inggris khususnya IELTS.
“Ketika IISMA 2024 buka pendaftaran, IPK dan IELTSku sudah siap, sehingga bisa langsung daftar. Aku belajar IELTS secara intensif selama satu bulan, setiap hari pasti spend minimal 3 jam, yang membuahkan nilai IELTS 7.5. Aku juga sangat seksama dalam membuat essay nya, grammar check, proofread ke beberapa professionals dan past awardees, puluhan kali revisi, sehingga akhirnya bisa menghasilkan essay yang terbaik. Akhirnya, aku berhasil dinyatakan lolos beasiswa fully funded IISMA 2024 ini ke University of Siena, Italia!” jelasnya.
Selama menjalani program student exchange di University of Siena, Rafael ambil 3 courses, Corporate Social Responsibility, Human-Centered Robotics, dan Marketing and Innovation Management.
Ketiga courses ini merupakan mata kuliah lanjutan dari ilmu teknik kimia, karena mostly courses di University of Siena ini adalah courses untuk Master degree.
“Di course Corporate Social Responsibility, aku belajar untuk menakar performa sustainability dari company-company yang ada di dunia berdasarkan standar internasional seperti Global Reporting Initiative (GRI), Sustainability Accounting Standards Board (SASB), dan Integrated Reporting (IR). Jadi course ini akan berguna apabila nantinya aku mau masuk ke divisi CSR dalam suatu company, atau justru kalo aku kerja di auditing company, ” ungkapnya.
“Kalo di course Human-Centered Robotics, aku belajar bagaimana integrasi teknologi seperti robot, AI, dan VR dapat membantu performa dari kinerja manusia di masa depan, terutama di sektor medis dan industri. Course ini meningkatkan kemampuan programming-ku, yang merupakan pilihan peminatan ku di jurusan teknik kimia. Teknik kimia ada programming nya juga loh untuk mengolah data!” lanjutnya.
“Untuk Marketing and Innovation Management, aku belajar lebih dalam bagaimana proses yang tepat secara teoretis dan praktikal untuk memasarkan dan melakukan inovasi pada suatu produk (barang/jasa). Course ini akan berguna untuk tahu lebih dalam terkait product knowledge ketika memasarkan produk-produk hasil pengolahan teknik kimia,” katanya lagi.
Selama di sana, Rafael mendapatkan pengalaman menarik. Orang-orang di sana kata dia, sangat respectful terhadap pedestrian.
“Kalo kita lagi nyebrang jalan di zebra cross, mau secepat apapun pengendara mobil melaju PASTI AKAN BERHENTI. Ini keren sih kalo budaya ini bisa diterapkan secara luas di Indonesia. Selain itu udara di sana sangat segar, paru-paru full senyum. Terus kalo yang bikin kaget, di Italia ada budaya siesta, yaitu beristirahat di waktu siang (simplenya tidur siang), jadi semua toko pasti TUTUP dari sekitar jam 12 sampai jam 3 sore, jadi agak susah deh kalo mau jajan atau cari makan siang hari,” tuturnya.
Tapi, orang-orang Italia kata dia, sangat suka dan respect ketika para turis mencoba berbahasa Italia. Hal ini juga yang mendukung ia bisa improve banget dalam berbahasa Italia walau belum pernah kursus, cuma dari Duolingo dan langsung praktek.
“Terus di Eropa, ga cuma di Italia, mostly toko-toko sudah tutup semua di jam 8 malem. Jadi susaah dehh kalo mau grocery shopping atau ngafe sehabis jam 8 malam, harus ketika siang atau sorenya gitu,” tutupnya. (Zee)





