LPDP, Beasiswa Negara yang Lagi Viral karena Hal Ini!

ZETIZENS.ID – Beberapa hari ini, LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) sedang menjadi pusat perhatian publik karena beberapa isu utama yang memicu perdebatan luas.
Kontroversi “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”
Polemik ini bermula dari unggahan viral seorang alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (DS), yang menyatakan kebanggaannya karena anaknya mendapatkan kewarganegaraan Inggris.
Kalimat ini dianggap merendahkan status WNI dan memicu kritik tajam mengenai komitmen nasionalisme penerima beasiswa negara.
Kasus DS mengungkap fakta bahwa suaminya, yang juga alumni LPDP, diduga belum kembali ke Indonesia untuk memenuhi kewajiban pengabdian.
Bukan cuma suami DS ternyata. Data terbaru per Februari 2026 menunjukkan ada 44 alumni yang tercatat belum kembali ke Indonesia.
Terbaru, 8 orang sudah dijatuhi sanksi wajib mengembalikan dana beasiswa. Sementara 36 orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Berkaitan dengan ini, Pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap anggaran pendidikan.
Antara lain kuota berkurang. Kuota penerima beasiswa LPDP untuk periode 2025-2026 dipangkas menjadi hanya sekitar 4.000 orang, turun drastis dari tahun 2024 yang mencapai lebih dari 8.500 orang.
Selain itu, pembatalan beasiswa lain. Beasiswa khusus dari Kementerian Keuangan (Ministerial Scholarship) untuk tahun 2025 resmi dibatalkan karena kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Beberapa pihak, termasuk anggota DPR, mengkritik sistem seleksi LPDP yang dinilai kurang berpihak pada calon mahasiswa dari keluarga sederhana dan terlalu fokus pada syarat administrasi yang sulit dipenuhi oleh kelompok menengah ke bawah.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kini tengah mempertimbangkan sanksi yang lebih tegas, termasuk blacklisting di seluruh instansi pemerintah bagi alumni yang melanggar kontrak pengabdian.
Dana Abadi
Asal tahu, LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah sebuah lembaga pemerintah di bawah Kementerian Keuangan yang bertugas mengelola Dana Abadi Pendidikan (Endowment Fund) untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi mendatang.
Tujuan utama LPDP adalah mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan Indonesia serta mendorong inovasi melalui pendanaan pendidikan dan riset.
Program Utama:Beasiswa Magister (S2) & Doktor (S3), tersedia untuk studi di dalam maupun luar negeri bagi WNI yang memenuhi syarat.
Beasiswa tenaga medis juga ada. Termasuk program untuk dokter spesialis, subspesialis, dan fellowship.
Selain itu LPDP pun diperuntukkan bagi pendanaan riset yakni melalui program Rispro (Riset Inovatif Produktif) untuk mendukung inovasi nasional.
Sumber dana LPDP ini berasal dari APBN yang dialokasikan sebagai dana abadi, sehingga hasilnya dapat digunakan terus-menerus untuk membiayai beasiswa tanpa mengurangi pokok dananya.
Komponen beasiswa biasanya mencakup biaya pendidikan (tuition fee), biaya hidup bulanan, biaya transportasi, asuransi kesehatan, hingga dana pendukung riset tesis/disertasi.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan jenis beasiswa yang sedang dibuka dapat diakses melalui portal resmi LPDP Kemenkeu. (Zee)







