Sosialisasi Maggot KKM 57 Desa Kubang Puji Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

ZETIZENS.ID — Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 57 Desa Kubang Puji menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Maggot dengan tema “Pemanfaatan Limbah Organik Berbasis Masyarakat melalui Budidaya Maggot sebagai Alternatif Pakan Ternak serta Pupuk Organik”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari masyarakat Desa Kubang Puji.
Kegiatan sosialisasi ini dirancang sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik secara tepat dan berkelanjutan.
Sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah tak bernilai, diperkenalkan kembali sebagai sumber daya potensial melalui budidaya maggot yang mudah diterapkan di lingkungan desa.
Sosialisasi maggot ini diketuai oleh Yusufa Mutbi’ Ridhwanarrakhman dan Vivi Vianita Arifah selaku ketua pelaksana kegiatan.
Keduanya menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
Dalam penyampaian materi, Yusufa Mutbi’ Ridhwanarrakhman selaku pemateri utama menjelaskan bahwa budidaya maggot merupakan salah satu solusi efektif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga.
“Salah satu cara mengurangi sampah organik adalah dengan budidaya maggot. Larva maggot ini memiliki nilai ekonomis karena dapat diperjualbelikan dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” ujar Yusufa (23/01/26).
Lebih lanjut, Yusufa memaparkan bahwa maggot merupakan larva dari serangga Black Soldier Flies (BSF) yang memiliki kemampuan mengonsumsi material organik dalam jumlah besar.
Proses tersebut membantu mempercepat penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan produk turunan yang bermanfaat bagi sektor peternakan dan pertanian (23/1/2026).
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara teoritis, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif. Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman,serta ketertarikan mereka terhadap budidaya maggot.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi yang berlangsung selama kegiatan.Untuk mempermudah pemahaman masyarakat, panitia turut menghadirkan praktik langsung dengan menggunakan media maggot serta alat-alat peraga.
Dalam sesi ini, masyarakat dibimbing secara langsung mengenai teknik dasar pemeliharaan maggot, mulai dari media pakan, perawatan, hingga pemanfaatannya.
Praktik ini dipandu oleh pemateri dan didampingi oleh panitia agar materi yang disampaikan dapat dipahami secara aplikatif.
Sebagai bentuk tindak lanjut dan realisasi nyata dari kegiatan sosialisasi, panitia juga melakukan penyerahan sampel maggot kepada beberapa masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi awal bagi masyarakat untuk mencoba dan mengembangkan budidaya maggot secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Kegiatan sosialisasi ini mengusung jargon “Sampah kita habis, maggot kita kenyang, lingkungan senang”, yang merepresentasikan semangat Kelompok KKM 57 dalam menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata bagi lingkungan.
Jargon tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan, yakni mengurangi timbulan sampah organik sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM 57 Desa Kubang Puji berharap masyarakat dapat melihat sampah bukan lagi sebagai permasalahan semata, melainkan sebagai peluang untuk menciptakan kebermanfaatan. Ketika pengetahuan bertemu dengan kepedulian, dan aksi kecil dilakukan secara bersama, maka perubahan besar bagi lingkungan desa bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. (Zee)







