Merawat Tanah, Menanam Harapan: Langkah Desa Sindanglaya Menuju Pertanian Berkelanjutan

ZETIZENS.ID – Pertanian bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan tentang menjaga keseimbangan antara alam dan kehidupan. Di Desa Sindanglaya, yang dikenal memiliki tanah gembur dan subur serta menjadikan sektor pertanian sebagai denyut utama perekonomian warga, upaya menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan kini mulai digalakkan.
Berangkat dari hasil observasi dan riset lapangan yang dilakukan sebelumnya, mahasiswa KKM Tematik 80 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menemukan bahwa Desa Sindanglaya memiliki potensi pertanian yang sangat menjanjikan.
Keberadaan kelompok tani yang aktif, luasnya lahan pertanian, serta kondisi tanah yang mendukung menjadi modal penting dalam pengembangan sistem pertanian yang berorientasi jangka panjang.
Atas dasar tersebut, mahasiswa KKM Tematik 80 Untirta menyelenggarakan Sosialisasi Pertanian Berkelanjutan bersama kelompok tani dan masyarakat Desa Sindanglaya.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus pendampingan yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman petani mengenai praktik pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, peserta dibekali berbagai materi strategis, mulai dari pemanfaatan kompos organik sebagai pupuk alami yang mampu menjaga kesuburan tanah, pengenalan benih tanaman yang berkualitas, hingga pemanfaatan mesin pencacah daun dan sampah organik sebagai sarana pendukung pengolahan limbah pertanian. Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif agar mudah dipahami serta dapat langsung diterapkan oleh petani di lapangan.
Tidak hanya berhenti pada tataran konsep, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung pembuatan kompos organik.
Para peserta diajak menyaksikan dan mempraktikkan proses pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bernilai guna tinggi bagi pertanian. Demonstrasi tersebut dilanjutkan dengan praktik penggunaan mesin pencacah daun, yang berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik sehingga lebih efisien dan praktis.
Sebagai wujud dukungan nyata terhadap keberlanjutan program, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan mesin pencacah daun kepada perwakilan kelompok tani Desa Sindanglaya.
Penyerahan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani dalam menunjang kegiatan pertanian sekaligus mendorong pengelolaan limbah organik yang lebih baik.
Selain itu, mahasiswa KKM Tematik 80 Untirta juga melaksanakan penanaman dan perawatan bibit tanaman sebagai bagian dari rangkaian program pertanian berkelanjutan. Bibit yang saat ini sedang dalam proses pertumbuhan tersebut nantinya akan diserahkan kepada masyarakat Desa Sindanglaya ketika telah siap tanam, sehingga warga dapat melanjutkan praktik pertanian secara mandiri dan berkesinambungan.
Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, demonstrasi, serta penyerahan sarana pendukung ini, mahasiswa KKM Tematik 80 Untirta berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas pertanian dan kelestarian lingkungan.
Dengan memanfaatkan potensi lokal secara bijak, Desa Sindanglaya diharapkan mampu menanam harapan baru menuju sistem pertanian yang tangguh, ramah lingkungan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (Zee)







