YJI dan PERKI Luncurkan Kampanye Nasional Hari Jantung Sedunia 2026: “Don’t Miss a Beat”
Skrining Penyakit Jantung Rematik, Fashion Nation 20th Edition, dan World Heart Day Run 2026 sebagai kegiatan kampanye nasional tahun ini

ZETIZENS.ID – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) secara resmi meluncurkan kampanye nasional Hari Jantung Sedunia 2026 dengan tema “Don’t Miss A Beat” — sebuah ajakan untuk lebih peka terhadap tubuh, peduli pada kesehatan jantung, dan berani mengambil langkah nyata menuju hidup lebih sehat.
Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kampanye nasional menyambut puncak peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh setiap 29 September.
Skrining PJR: Deteksi Dini untuk Anak Bangsa
Pada tahun ini, YJI menempatkan program skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR) sebagai salah satu kegiatan utama dari seluruh rangkaian peringatan. Skrining PJR merupakan wujud nyata komitmen YJI dalam mendeteksi dini penyakit jantung rematik — khususnya pada anak dan remaja — yang masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia.
Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, menyampaikan bahwa program skrining PJR telah dan akan berjalan di 4 lokasi strategis: Malang, Tulang Bawang (Lampung), Bekasi, dan Minahasa Utara.
“Skrining PJR adalah bentuk deteksi dini dan intervensi tepat sasaran. Kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depannya karena penyakit jantung yang seharusnya bisa dicegah,” ujar Annisa.
Annisa juga menegaskan bahwa kesehatan jantung adalah tanggung jawab bersama. “Kami mengajak pemerintah, swasta, akademisi, dan seluruh masyarakat untuk bersinergi menciptakan ekosistem sehat. Kampanye ini tidak boleh hanya seremonial — ia harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Fashion Nation 20th Edition: Ketika Fesyen Bersatu untuk Jantung
Sebagai bagian dari ekosistem gerakan yang lebih luas, rangkaian peringatan ini didukung oleh berbagai kegiatan yang memperkuat pesan kampanye dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian jugapartisipatif.
Fashion Nation 20th Edition akan digelar pada 25 September 2026 di Senayan City — sebuah charity fashion show yang menampilkan desainer ternama seperti Amot Syamsurimuda, Rinda Salmun, dan Glashka dengan para dokter spesialis jantung dan beberapa figur publik sebagai muse.
Sebagian hasil penjualan akan didonasikan untuk anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra-sejahtera.
Ketua Bidang Komunikasi YJI, Iwet Ramadhan, menjelaskan bahwa kampanye ini menggunakan pendekatan 3E: Educate, Engage, Activate.
“Educate — informasi kesehatan yang kredibel dan mudah dicerna. Engage — mellibatkan publik figur, komunitas, dan media. Activate — dorong aksi nyata seperti olahraga dan pola hidup sehat,” jelas Iwet.
Ia juga mengajak media untuk menjadi mitra dalam menyebarkan pesan-pesan kesehatan jantung secara masif dan kreatif. “Komunikasi yang baik adalah kunci perubahan perilaku,” tutupnya.
World Heart Day Run 2026: Puncak Gerakan Hidup Sehat
Puncak Hari Jantung Sedunia 2026 digelar melalui World Heart Day Run 2026 pada 27 September 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara meliputi 5K Fun Run, Senam Jantung Sehat, dan pengumuman pemenang Body Transformation Competition—tantangan 3 bulan hidup sehat sejak Juni 2026.
Body Transformation Competition (BTC) menilai perbaikan komposisi tubuh dan parameter kesehatan seperti IMT, lingkar perut, tekanan darah, profil lipid, dan gula darah melalui olahraga teratur, gizi seimbang, serta pemantauan berkala.
Rangkaian acara juga mengusung campaign Atrial Fibrillation (AF) untuk deteksi dini fibrilasi atrium, termasuk MENARI (Meraba Nadi Sendiri): memeriksa denyut nadi sendiri dan segera ke fasilitas kesehatan bila irama tidak teratur disertai berdebar, lemas, atau sesak.
Ada pula Basic Life Support (BLS)/Bantuan Hidup Dasar: mengenali henti jantung, menghubungi gawat darurat, melakukan RJP/CPR, dan menggunakan AED.
Ketua Panitia, dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), menyebut momen ini sebagai titik awal gaya hidup sehat.
“Aktivitas fisik terukur dan skrining rutin adalah kunci pencegahan penyakit kardiovaskular,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat mengikuti seluruh rangkaian acara.
Kolaborasi Lintas Sektor: Omron Healthcare Indonesia
Kampanye ini juga mendapat dukungan dari mitra strategis lintas sektor. OMRON Healthcare Indonesia, yang diwakili oleh Direktur Tomoaki Watanabe, menegaskan komitmennya untuk mendukung gerakan ini sejalan dengan visi global “Going for Zero”, yaitu mendorong upaya pencegahan untuk menekan risiko komplikasi stroke dan serangan jantung melalui deteksi dini serta pemantauan kesehatan secara berkala.
“Sejalan dengan visi ‘Going for Zero’, OMRON percaya bahwa pencegahan penyakit kardiovaskular perlu dimulai dari kesadaran dan langkah nyata yang dapat dilakukan setiap hari. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan perangkat kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem yang dapat mendukung masyarakat dalam memantau dan menjaga kesehatan jantung secara berkelanjutan,” ujar Tomoaki Watanabe.
Pemantauan kesehatan secara rutin menjadi semakin penting seiring dengan tingginya perhatian terhadap faktor risiko kardiovaskular, termasuk hipertensi dan gangguan irama jantung seperti Atrial Fibrillation (AFib).
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, OMRON terus mengembangkan solusi yang memungkinkan masyarakat melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri di rumah.
“Melalui semangat ‘Keep On, Life On’, kami ingin membantu masyarakat menjadikan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari keseharian. OMRON menghadirkan berbagai solusi, mulai dari tensimeter dengan teknologi IntelliSense AFib® hingga perangkat Home EKG (elektrokardiogram) yang dapat membantu pengguna memantau tekanan darah dan irama jantung serta mengenali kemungkinan AFib,” ujar Fanny Himawan, Marketing Manager OMRON Healthcare Indonesia.
PERKI: Kredibilitas Medis untuk Gerakan Nasional
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, menyampaikan apresiasi kepada YJI atas kolaborasi strategis dalam kampanye Hari Jantung Sedunia 2026.
“Jantung Sehat Dimulai dari Mencegah dan Deteksi Dini.”
Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Namun, banyak faktor risikonya sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan.
Karena itu, pada momentum Hari Jantung Sedunia 2026 ini, kami mengajak seluruh Masyarakat Indonesia untuk memulai pola hidup sehat, aktivitas fisik teratur, mengendalikan tekanan darah, kolesterol, gula darah, berhenti merokok, menjaga berat badan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan jantung. Keren itu mencegah dan mendeteksi penyakit sejak dini,” tutupnya.
Icon YJI: Menjadi Agen Perubahan
Kampanye ini juga diperkuat oleh Icon Yayasan Jantung Indonesia — Ayu Dewi. Mereka berbagi pengalaman pribadi dan motivasi terkait pentingnya menjaga kesehatan jantung.
“Jangan abaikan tanda-tanda kecil dari tubuh ya. Mulai dari langkah kecil: periksa tekanan darah, rutin olahraga, kurangi gula dan garam,” pesannya.
Ayu juga mengajak masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam Fashion Nation 20th Edition (25 September) dan World Heart Day Run 2026 (27 September), serta mendukung donasi untuk anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra-sejahtera.
“Yuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, karena setiap detak jantung berharga,” tutupnya. (Sobri)







