Berapa Kali Nama Allah Disebut dalam Alquran?

ZETIZENS.ID – Saat tadarus Alquran, kita sering menjumpai kata Allah dan Rabb. Di beberapa terbitan Alquran, kata ini ditandai dengan warna khusus. Entah warna merah atau cetakan tebal. Btw, sempat terpikir gak, berapa kali nama Allah disebut dalam Alquran?
FYI, kata “Allah” (اللّٰه) dalam Alquran disebutkan sebanyak 2.699 kali atau 2.697 kali menurut studi lain. Penyebutan ini tersebar di 85 surah, sementara 29 surah lainnya tidak menyebutkan kata “Allah” secara eksplisit, menegaskan tauhid sebagai inti pesan dalam seluruh ayat-ayat-Nya.
Kata “Allah” adalah nama tertinggi dan paling sering diulang di antara nama-nama Tuhan lainnya (seperti Rabb atau Ilah), menandakan identitas mutlak.
Lafaz ini tidak terdapat dalam 29 surah, termasuk Al-Qamar, Ar-Rahman, dan Al-Ashr.
Angka ini menunjukkan bahwa nama Allah adalah identitas utama dalam Alquran.
Kata Allah dan Rabb
Dalam Alquran, Allah menyebut dirinya dengan nama lain seperti Rabb dan asmaul husna. Allah adalah Lafzh al-Jalalah (nama khusus/nama diri) untuk Zat Yang Maha Esa yang berhak disembah, sedangkan Rabb merujuk pada peran Tuhan sebagai Pemelihara, Pencipta, Pengatur, dan Pendidik seluruh makhluk.
Allah menekankan pada aspek sesembahan (Ilah), sementara Rabb menekankan pada aspek Rububiyah (pemilik dan penguasa alam). Simak nih perbedaan antara Allah dan Rabb.
Makna dasar, Allah (الله): Nama zat yang Maha Agung, tidak memiliki bentuk jamak, dan hanya digunakan untuk Allah SWT. Ini adalah nama yang mencakup semua sifat kesempurnaan.
Sementara Rabb (ربّ): Memiliki arti pemelihara, pengatur, pencipta, raja, dan pemilik. Kata ini merujuk pada hubungan personal antara Tuhan dan ciptaan-Nya.
Untuk penggunaan dan konteks, Allah. Digunakan untuk menyatakan keesaan Zat, fokus ibadah, dan ketergantungan manusia.
Sedangkan Rabb, sering digunakan dalam doa-doa nabi (contoh: Rabbana), menunjukkan hubungan kedekatan (Tuhanku/Tuhan kami) dan permohonan.
Secara karakteristik bahasa, kata Allah tidak memiliki bentuk jamak. Sedangkan Rabb, bisa digunakan dalam bentuk jamak (Arbab) dalam konteks bahasa Arab, meski untuk Allah, Rabb bermakna Esa.
Dalam konteks wahyu, kata Rabb sering muncul dalam ayat-ayat Makkiyah yang menekankan penciptaan dan penguasaan.
Singkatnya, kita menyembah Allah karena Dia adalah Rabb kita (Pencipta dan Pengatur alam).
Nah, sudah paham dan ga bingung lagi dong ya. (Zee)







