Nusantara

Untuk Pertama Kalinya di Luar Jakarta, Java Jazz 2026 Digelar di Provinsi Banten

ZETIZENS.ID — Provinsi Banten bersiap mencatat sejarah baru dalam dunia musik internasional. Perhelatan Java Jazz Festival 2026 direncanakan akan digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) II, Kabupaten Tangerang. Acara bergengsi ini diproyeksikan mampu menarik hingga 120 ribu penonton selama tiga hari penyelenggaraan.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Java Jazz 2026 tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni saat menerima kunjungan jajaran PT Java Festival Production di Gedung Negara Provinsi Banten. “Kami senang dengan adanya perhelatan besar di Provinsi Banten. Apa yang bisa kami bantu, akan kami bantu. Terima kasih, kami akan dukung agar acara ini berjalan lancar,” ujar Andra Soni.

Menurut Gubernur, pemilihan lokasi di kawasan PIK II dinilai sangat tepat dan strategis. Kawasan tersebut memiliki akses langsung ke jalan tol serta terhubung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sehingga memudahkan mobilitas pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain aksesibilitas, Andra Soni juga menilai fasilitas penunjang di kawasan PIK II sudah sangat memadai.

Gubernur Banten berharap Java Jazz 2026 dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata daerah. Ia mendorong agar para pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pertunjukan musik, tetapi juga meluangkan waktu menjelajahi berbagai destinasi wisata unggulan di Banten.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Java Festival Production, Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa Java Jazz 2026 akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 29 hingga 31 Mei 2026. Penyelenggaraan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Java Jazz digelar di luar wilayah Jakarta. “Pada tahun 2005, Java Jazz digelar di Jakarta Convention Center (JCC). Pada tahun 2009 pindah ke Jakarta International Expo (JIEXPO). Pada tahun 2026 ini, kami selenggarakan di NICE PIK II,” kata Dwi.

Dwi menambahkan, Java Jazz selama ini selalu mendapat antusiasme tinggi dari penonton. Dalam setiap penyelenggaraannya, festival musik tersebut rata-rata dikunjungi oleh 105 ribu hingga 120 ribu penonton dengan menghadirkan ratusan musisi dari dalam dan luar negeri. “Nantinya akan ada 10 panggung dan sekitar 300 artis yang tampil,” tambahnya. Selaras dengan hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti menilai Java Jazz 2026 sebagai peluang strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah ke tingkat nasional maupun internasional. “Ini kesempatan baik untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, dan kuliner yang ada di Banten kepada masyarakat luas,” pungkas Eli.

(Sarah)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id