Dari Indonesia ke Penjuru Dunia, What’s Next from Aziz Hedra?

ZETIZENS.ID – Dari mengunggah video cover di media sosial hingga membawa musiknya ke pendengar di berbagai negara, perjalanan Aziz Hedra terus berkembang.
Apa yang awalnya dimulai dari mimpi sederhana untuk menjadi penyanyi, kini
membuka ruang yang lebih luas bagi Aziz untuk menemukan karakter musiknya sendiri.
Perhatian global mulai datang lewat single debutnya, “Somebody’s Pleasure”, yang masuk ke Viral 50 Spotify di 13 negara. Pada 2023, wajah Aziz juga tampil di Time Square, New York, sebagai bagian dari Spotify RADAR Global.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Aziz, sekaligus membuka kemungkinan baru di luar pasar musik Indonesia.
Namun, bagi Aziz, perhatian global bukanlah garis akhir. Justru dari sinilah muncul
pertanyaan, setelah dikenal lewat “Somebody’s Pleasure”, ke mana ia akan membawa musiknya?
Dari Cover hingga Menemukan Suara Sendiri
Kecintaan Aziz Hedra terhadap musik sudah tumbuh sejak ia kecil. Saat masih menjadi
pelajar, ia bergabung dalam sebuah grup musik dan mulai aktif mengunggah video cover ke Instagram dan YouTube pada 2018.
Cover menjadi salah satu cara Aziz memperkenalkan suaranya kepada publik. Namun, ia tidak ingin berhenti sebagai penyanyi yang sekadar membawakan ulang lagu orang lain. Ia mulai mengeksplorasi interpretasi, cara bernyanyi, dan pendekatan musik yang menurutnya sesuai dengan karakter dirinya.
Salah satu momen penting datang ketika cover lagu berjudul “WHUT” milik Aisha Retno, mendapat perhatian dan kemudian mempertemukannya dengan pihak label.
“Awalnya aku sempat mikir, ini benar-benar kesempatan atau bukan. Tapi setelah sadar ada peluang untuk merilis lagu sendiri, rasanya senang banget. Buat aku, ini seperti pintu pertama untuk masuk ke industri musik profesional,” kata Aziz.
Pintu tersebut kemudian mengarah pada “Somebody’s Pleasure”, lagu yang ditulis Aziz
bersama dua rekannya dan menjadi debutnya sebagai solois.
“Somebody’s Pleasure” dan Pintu ke Pendengar Global
Dengan karakter vokal yang lembut, sentuhan R&B Pop, serta lirik berbahasa Inggris, “Somebody’s Pleasure” menemukan pendengarnya di luar Indonesia.
Lagu yang bercerita tentang pencarian kebahagiaan dan upaya untuk bangkit tersebut tercatat didengarkan lebih dari 447 streaming di Spotify.
Respons dari berbagai negara menjadi pengalaman baru bagi Aziz. Musiknya yang semula lahir dari pengalaman dan perspektif personal, ternyata bisa menemukan hubungan dengan pendengar yang memiliki latar berbeda.
“Waktu “Somebody’s Pleasure” mulai didengar orang dari berbagai negara, aku cukup kaget. Dari situ aku belajar bahwa cerita yang personal ternyata bisa punya arti yang berbeda-beda bagi setiap pendengar. Itu membuat aku semakin berani untuk
mengeksplorasi musik,” ucapnya.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari proses Aziz dalam membentuk
identitas musikalnya.
Tidak Berhenti di Satu Warna
Setelah “Somebody’s Pleasure”, Aziz terus mencoba memperluas warna musiknya. Album debut “Lesson Learned” yang dirilis pada 2024 menghadirkan 11 lagu yang masih berakar pada R&B Pop. Sementara rilisan berikutnya seperti “The Liar” dan “Orang Biasa”, kolaborasinya bersama Sisca Saras, menunjukkan sisi yang lebih beragam.
Jika “Somebody’s Pleasure” hadir dengan nuansa yang intim dan melankolis, karya-karya berikutnya memberi ruang bagi elemen Pop yang lebih kuat serta pendekatan aransemen yang berbeda. Perubahan tersebut menjadi bagian dari Aziz untuk mencari tahu sejauh mana ia bisa berkembang tanpa kehilangan karakter vokal.
“Sebagai musisi, aku merasa perjalanan baru dimulai. Aku ingin terus mencoba hal-hal baru karena seperti kehidupan, musik ini terus berubah. Jadi, aku ingin terus berkembang dan melihat sejauh mana musik bisa membawa aku, “ ujar Aziz.
What’s Next, Aziz Hedra?
Setelah melewati fase dari penyanyi cover, merilis karya orisinal, hingga mendapatkan
pendengar dari berbagai negara, Aziz kini memasuki fase untuk membuka banyak
kemungkinan dalam karya bermusiknya.
Aziz ingin memastikan perjalanan berikutnya tidak sekadar megulang apa yang sudah
pernah ia lakukan.
“Pasti ada sesuatu yang baru yang sedang aku persiapkan buat pendengar. Bisa jadi rilisan baru atau kolaborasi. Yang jelas, aku ingin terus mencoba sesuatu yang berbeda dan memberikan pengalaman baru lewat musik,” lanjutnya.
Bagi Aziz, berkembang sebagai musisi berarti terus belajar sebagai individu. Setiap
pengalaman dan proses yang dijalani bisa menjadi bagian dari cerita berikutnya yang ia
terjemahkan menjadi sebuah karya. (Sobri)







