Viral

KMS, Memantau Pertumbuhan Berat Badan Bayi

ZETIZENS.ID – Beberapa waktu lalu, Kartu Menuju Sehat (disingkat KMS) menjadi pembahasan trending warga Twitter atau X.

Generasi 90-an saat kecil sangat akrab dengan KMS. Ini adalah catatan yang berfungsi untuk memantau pertumbuhan anak sejak dilahirkan hingga berusia lima tahun.

Selain berisikan grafik pertumbuhan berat badan, kartu ini juga berisikan jadwal imunisasi, pemberian ASI dan kemampuan-kemampuan apa saja yang sewajarnya dimiliki anak pada usia tertentu.

Setiap bulan saat posyandu, KMS ini dibawa untuk mencatat timbangan dan aneka vaksin yang disuntik pada bayi dan balita.

Nigeria

Kartu untuk mencatat tumbuh kembang anak pertama kali digunakan di Nigeria oleh David Morley dengan nama “Road to Health Chart”.

Keefektifan kartu ini kemudian diadopsi oleh UNICEF sebagai standar pelayanan kesehatan khususnya di negara-negara berkembang.

Kartu Menuju Sehat telah digunakan di Indonesia sejak 1970-an untuk memantau tumbuh kembang anak Indonesia.

KMS ini sudah digunakan di Indonesia sejak tahun 1970-an sebagai alat untuk memantau tumbuh kembang anak. Usia yang dipantau menggunakan KMS yaitu 0—5 tahun dan biasanya diisi oleh dokter atau petugas kesehatan.

Namun, penting untuk orangtua memahami bagaimana cara membaca KMS agar bisa memantau perkembangan anak dengan mudah. Berikut penjelasannya.

KMS

Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah catatan grafik perkembangan anak yang diukur berdasarkan umur, berat badan, dan jenis kelamin.

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada tiga macam alat memantau pertumbuhan anak, menggunakan KMS, buku Kesehatan Ibu dan Anak (buku KIA), dan aplikasi PrimaKu yang dikeluarkan IDAI.

Ketiganya memberikan informasi kelengkapan imunisasi anak dan memantau pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0—6 bulan.

Selain itu, dalamnya terdapat tips dasar perawatan anak, seperti pemberian makanan anak, dan perawatan anak bila mengalami diare.

Tidak hanya untuk anak, KMS, buku KIA, dan aplikasi PrimaKu juga memiliki catatan untuk ibu mengenai kesehatan sejak hamil, melahirkan, sampai masa nifas.

Orangtua dianjurkan untuk memperbarui data di kartu tersebut setiap bulan dengan membawa anak balita ke posyandu atau dokter anak.

Memantau pertumbuhan anak melalui kartu ini bisa membuat dokter menentukan anak tumbuh normal sesuai dengan usianya atau tidak.

Kartu menuju sehat, terdiri dari 1 lembar (2 halaman bolak-balik) dengan 5 bagian di dalamnya.

Cara mengisi dan membacanya dibedakan antara anak laki-laki dengan anak perempuan. KMS anak laki-laki berwarna biru dan anak perempuan berwarna merah muda.

Kartu Menuju Sehat (KMS) tersedia dalam bentuk fisik yang diberikan oleh dokter setelah kelahiran anak. Namun kini KMS juga tersedia secara online. (Hilal)

Hilal Ahmad

Gen Z Enthusiast yang suka menulis apa pun dan bertualang ke mana pun!

Tulisan Terkait

Back to top button