Edu

Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Pandan Eco-soap

ZETIZENS.ID – Pada Selasa, 21 Juli 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Pandan Eco-Soap yang merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 45 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kp. Pengarengan RT 01/RW 04, Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, dengan mahasiswa KKM 45 Desa Pejaten sebagai narasumber dan fasilitator kegiatan.

Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Pejaten, khususnya ibu-ibu dan bapak-bapak. Program ini dirancang dalam bentuk pelatihan dan praktik langsung mengenai pembuatan sabun cuci dengan memanfaatkan daun pandan sebagai salah satu bahan yang digunakan.

Berdasarkan rancangan program kerja KKM 45, kegiatan ini bertujuan mengenalkan alternatif produk rumah tangga yang ramah lingkungan serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan pelatihan kepada peserta. Mahasiswa KKM 45 kemudian memberikan penjelasan mengenai Pandan Eco-Soap, termasuk pengenalan bahan-bahan yang digunakan serta tahapan dalam proses pembuatan sabun.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatan sabun cuci piring oleh mahasiswa KKM 45. Peserta diberikan penjelasan secara bertahap mengenai proses yang dilakukan sehingga peserta dapat memahami tahapan pembuatan sebelum melakukan praktik secara langsung.

Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti praktik pembuatan sabun cuci piring secara langsung dengan didampingi oleh mahasiswa KKM 45. Pada tahap ini, peserta dapat mengamati sekaligus mencoba proses pembuatan produk berdasarkan tahapan yang telah disampaikan sebelumnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai bahan, proses pembuatan, serta kemungkinan pemanfaatan produk yang telah dihasilkan.

Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman secara langsung melalui praktik.

Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah terproduksinya sabun cuci piring yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu kebutuhan rumah tangga. Melalui praktik tersebut, masyarakat memperoleh pengalaman mengenai proses pembuatan sabun secara langsung.

Selain menghasilkan produk, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada peserta bahwa pembuatan sabun cuci piring dapat dilakukan secara ekonomis, karena bahan-bahan yang diperlukan relatif mudah diperoleh. Hal tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai alternatif dalam memenuhi kebutuhan produk rumah tangga secara mandiri.

Kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan bahan yang terdapat di lingkungan sekitar melalui pengembangan produk rumah tangga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses pembuatan sabun, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kemungkinan pengembangan produk apabila keterampilan tersebut ingin dikembangkan lebih lanjut.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penyampaian materi dan praktik dengan baik. Kegiatan praktik secara langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami proses pembuatan secara lebih mudah dibandingkan hanya melalui penyampaian materi

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterampilan pembuatan sabun cuci piring yang telah diperoleh dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha sederhana apabila dilakukan secara konsisten dan disertai pengembangan kualitas produk serta strategi pemasaran.

Pelaksanaan Pandan Eco-Soap diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Pejaten sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki.

Mahasiswa KKM 45 berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pemanfaatan potensi lokal dan pengembangan produk rumah tangga yang ekonomis, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat serta menjadi bagian dari kontribusi KKM 45 dalam mendukung pemberdayaan dan kemandirian masyarakat Desa Pejaten. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id