Ternyata Ini Arti Workaholic, Kata yang Belakangan Viral di Media Sosial

ZETIZENS.ID – Istilah “workaholic” belakangan ini sering muncul di berbagai platform media sosial dan menjadi topik yang banyak dibicarakan.
Banyak orang menggunakan kata ini untuk menggambarkan perilaku bekerja yang berlebihan dan sulit untuk beristirahat.
Workaholic adalah istilah yang berasal dari kata “work” dan “alcoholic,” yang secara harfiah berarti seseorang yang kecanduan kerja seperti halnya seorang pecandu alkohol.
Seorang workaholic merasa terdorong untuk terus bekerja tanpa henti, bahkan di luar jam kerja normal, dan sering kali mengorbankan aspek penting lainnya dalam hidup seperti kesehatan, keluarga, dan waktu pribadi.
Seorang workaholic yang kecanduan bekerja tidak hanya bekerja dalam jam kerja normal, tetapi juga sering membawa pekerjaan pulang dan terus memikirkan pekerjaan di luar jam kerja.
Mereka merasa sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaan dan sering mengorbankan waktu untuk beristirahat, bersosialisasi, atau beraktivitas lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Ciri-ciri Workaholic
1. Bekerja Berlebihan
Seseorang yang workaholic cenderung bekerja lebih dari jam kerja yang diharuskan dan sulit berhenti bekerja meskipun sudah di luar jam kantor.
2. Kesulitan Beristirahat
Workaholic merasa bersalah atau gelisah jika tidak bekerja atau saat pekerjaannya belum selesai sehingga sulit menikmati waktu istirahat atau liburan.
3. Mengorbankan Kehidupan Pribadi
Seringkali mengorbankan waktu dengan keluarga, teman, dan kegiatan pribadi demi pekerjaan.
4. Perfeksionis
Memiliki standar yang sangat tinggi dan perfeksionis terhadap hasil pekerjaan, sehingga selalu merasa belum cukup.
5. Terus Memikirkan Pekerjaan
Pikiran selalu tertuju pada pekerjaan, bahkan saat melakukan aktivitas lain.
Menjadi seorang workaholic mungkin terlihat seperti dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan, tetapi jika tidak diimbangi dengan keseimbangan hidup, hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kualitas hidup.
Penting untuk mengenali tanda-tanda kecanduan kerja dan mengambil langkah-langkah untuk mengelolanya.
Dengan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, kita dapat menjadi lebih produktif, sehat, dan bahagia.
Selalu ingatlah bahwa bekerja keras itu penting, namun menjaga kesehatan dan kebahagiaan juga sama pentingnya. (Sarah)