Investasi Mulai Bergerak ke Selatan Banten, Industri Rumah Instan Dibidik di Cileles

ZETIZENS.ID — Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong pemerataan investasi antara wilayah utara dan selatan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sejumlah rencana investasi yang mulai bergerak ke wilayah selatan Banten.
“Alhamdulillah, kemarin sudah ada yang menyatakan komitmen untuk berinvestasi. Investasi itu bukan hanya dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri,” ujar Virgojanti. Salah satu rencana investasi yang tengah diproses berada di Kawasan Industri Cileles. Virgojanti menyebutkan, investor dari Tiongkok berencana menanamkan modalnya di kawasan tersebut untuk industri pembuatan rumah instan atau rumah siap rakit. Proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap pengukuran lahan dan pemenuhan aspek teknis lainnya.
“Di wilayah selatan, kemarin saya mendapat informasi bahwa di kawasan industri Cileles sedang ada proses pengukuran lahan. Rencananya untuk investasi industri pembuatan rumah instan dari Cina,” ujar Virgojanti. Menurutnya, konsep rumah instan ini sudah banyak diterapkan di luar negeri, dengan sistem perakitan cepat menggunakan teknologi dan mesin modern. Kehadiran investasi tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat ekosistem industri di wilayah selatan Banten.
Terkait rencana lanjutan, Virgojanti menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten akan menggelar rapat koordinasi investasi bersama kementerian dan instansi terkait. Rapat tersebut direncanakan berlangsung di Lebak, yang akan menjadi tuan rumah dalam agenda koordinasi investasi daerah. “Untuk rilis investasi ini, rencananya akan kita bahas dalam rapat koordinasi. Sekarang tuan rumahnya Lebak, karena kita sengaja menggilir kabupaten dan kota,” jelasnya.
Ia menambahkan, pola bergilir ini dilakukan agar setiap daerah dapat menyampaikan langsung permasalahan, kendala, serta hambatan yang dihadapi dalam pengembangan investasi. Dengan komunikasi terbuka, pemerintah daerah dan provinsi dapat mencari solusi bersama. Virgojanti menegaskan bahwa pembangunan dan investasi di Banten harus dipandang secara menyeluruh, tidak terpusat di satu wilayah saja.
“Bicara Banten itu kan seluruh wilayah, bukan hanya di KP3B saja. Utara dan selatan sama-sama kita dorong,” katanya. Meski demikian, Virgojanti memastikan bahwa seluruh rencana investasi akan diumumkan secara resmi setelah data dan analisisnya benar-benar lengkap. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kesalahan informasi dan memastikan akurasi data sebelum dipublikasikan ke masyarakat. “Sekarang kita masih menunggu data isinya dulu, karena banyak yang harus dicek. Jangan sampai salah dalam analisis datanya,” pungkasnya.
(Sarah)







