Keutamaan Ayat Kursi, Singasana Allah yang MahaKuasa

ZETIZENS.ID – Memasuki hari ketiga puasa Ramadan, mengaji juz ketiga ada Ayat Kursi yang masih menjadi bagian Surah Al-Baqarah. Cari tahu yuk keistimewaan ayat ini.
Ayat yang merupakan Surah Al-Baqarah ayat 255 disebut Ayat Kursi karena di dalamnya terdapat kata al-kursi (الْكُرْسِيُّ) yang bermakna kursi, singgasana, atau ilmu dan kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi.
Ayat ini menekankan keagungan, keesaan, dan sifat-sifat Allah yang mutlak dalam mengatur alam semesta.
FYI, Kursi ditafsirkan oleh para ulama sebagai ilmu, kekuasaan, atau keagungan Allah SWT, bukan kursi fisik seperti manusia.
Rasulullah SAW menyebutnya sebagai ayat teragung dalam Al-Qur’an, secara nih di dalamnya memuat 10 kalimat pokok tentang sifat-sifat Allah.
Penyebutan “Ayat Kursi” didasarkan pada hadits riwayat, bukan hasil ijtihad manusia.
Secara ringkas, nama “Ayat Kursi” merujuk pada ayat yang menjelaskan tentang kekuasaan dan ilmu Allah yang maha luas.
Paling Agung
Ayat Kursi disebut-sebut sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an, yang mengandung keutamaan luar biasa, terutama sebagai pelindung dari setan, jin, dan kejahatan.
Membacanya secara rutin—khususnya setelah salat fardu, sebelum tidur, dan pagi-petang—memberikan keberkahan, kemudahan rezeki, ketenangan hati, serta jaminan perlindungan Allah.
Rasulullah SAW menyebut Ayat Kursi sebagai ayat teragung di dalam kitab Allah karena mencakup 18 nama dan sifat Allah SWT, serta menunjukkan kekuasaan-Nya.
Membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan membuat Allah mengutus malaikat penjaga, sehingga setan tidak dapat mendekati pembacanya hingga pagi hari.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah selesai shalat fardu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian”.
Membacanya di dalam rumah akan membuat setan keluar dari rumah tersebut.
Ayat ini sangat berkhasiat untuk menghilangkan kesedihan, kesulitan, dan bencana dengan cepat.
Amalan rutin Ayat Kursi memberikan perlindungan spiritual dan ketenangan hidup sehari-hari, karena kandungan maknanya yang menegaskan kekuasaan mutlak Allah. (Zee)







