Gen Z

Serunya Menjelajah Kaujon, Saksi Kejayaan Banten Masa Lampau

ZETIZENS.ID – Pengelola Umah Budaya Kaujon dan Zetizens menggelar even keren bertajuk Ramadan Youth Storytellers; Kaujon dalam Lensa Anak Muda pada Kamis, 12 Maret 2026 lalu.

Kegiatan yang dikemas dalam walking tour dan buka puasa bersama ini dimulai pukul 16.00 sampai 18.30 WIB ini diawali dengan kunjungan ke Masjid Kuno Kaujon.

Sekira 30 orang Gen Z dari Zetizens Ofificial, Zetizens Icon 2024, Zetizens Face 2025, Zetizens Fashion 2025, Zetizens Icon 2026, dan Zetizens Jurnalistik 2026 mendengarkan keterangan dari pengurus Masjid Kuno Kaujon Dimas Prasetya yang sudah ada sejak 1870-an.

“Orang-orang terdahulu mengatakan tiang kayu yang meliuk di Masjid Kuno Kaujon ini punya cerita khusus. Konon katanyaenunjukkan posisi kiblat. Ada yang bilang tempat duduk auliya Allah. Pada 1936 seperti tulisan yang terlihat di area masjid, merupakan tahun renovasi zaman kolonial Belanda,” jelasnya.

Heritage Walking Tour & Content Exploration ini kemudian menyusuri dan mengeksplorasi kawasan heritage lainnya yakni Sungai Cibanten.

Peserta tidak hanya mendengar cerita sejarah lokasi tapi juga melakukan observasi lingkungan dan mengambil foto serta video sebagai bahan konten. Jalur yang dilalui adalah gang pemukiman warga menuju Sungai Cibanten. Di sana ternyata terdapat gua kecil.

“Di sini juga konon ada lorong tersembunyi menuju keresidenan atau Museum Negara di dekat Alun-alun Kota Serang. Namun belum ada yang membuktikan,” jelas Ketua RT setempat yang menjadi pemandu.

Destinasi ketiga adalah kunjungan Museum Umah Budaya Kaujon. Peserta diajak melihat koleksi dan cerita sejarah yang ada di Umah Kaujon untuk mengenal sejarah kawasan Kaujon, memahami nilai budaya lokal, dan menemukan inspirasi cerita yang dapat diangkat menjadi konten.

Melalui kegiatan ini, Lia D Sari dari Umah Budaya Kaujon berharap, anak muda khususnya Gen Z yang akrab dengan media sosial mengetahui perannya sebagai jurnalis warga, menemukan cerita dari lingkungan sekitar dan mendokumentasikan sejarah lokal

Setelah selesai kegiatan, mereka diminta membuat mini content secara grup lalu diupload di Instagram.

“Melalui kegiatan ini peserta diharapkan, peserta tahu bahwa Umah Kaujon bukan hanya bangunan peninggalan jaman kolonial, tetapi ada resep kuliner yang bisa menjadi pengalaman gastronomi Serang, memahami sejarah kawasan Kaujon, memiliki keterampilan dasar membuat konten digital, mampu mendokumentasikan cerita dan potensi wisata lokal, dan menggunakan media sosial secara kreatif untuk promosi budaya dan pariwisata,” jelas Nisa Luthfiah mewakili Zetizens. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id