Viral

Emma Frost, Mutant Luar Biasa yang Bermetamorfosa Sebagai White Queen

ZETIZENS.ID – Di semesta X-Men, Emma Frost adalah mutan yang sangat kuat di jagat Marvel. Ia juga dikenal sebagai White Queen.

Ia memiliki kemampuan telepati tingkat tinggi dan mutasi sekunder yang memungkinkannya mengubah tubuh menjadi berlian organik yang hampir tak terkalahkan.

Emma bertransformasi dari penjahat Hellfire Club menjadi salah satu pemimpin dan mentor utama di X-Men.

Telepati tingkat tinggi yakni embaca pikiran, mengendalikan pikiran, dan proyeksi mental ini menjadi kemampuan mutant wanita satu ini.

Oh ya, ia dapat mengubah seluruh tubuhnya menjadi berlian organik, membuatnya kebal terhadap serangan fisik dan telepati orang lain, meskipun dalam wujud ini ia tidak bisa menggunakan telepati.

Mentor

Awalnya adalah musuh X-Men sebagai White Queen di Hellfire Club. Kemudian, ia bergabung dengan X-Men dan menjadi mentor bagi generasi muda (seperti Generation X dan Stepford Cuckoos).

Ia rikenal cerdas, dingin, manipulatif, namun setia pada sesama mutan. Ia sering digambarkan dengan pakaian serba putih dan rambut pirang.

Dalam beberapa komik terbaru, potensi kekuatan Emma bahkan digoda mendekati level Omega.

Era Baru

Marvel Comics meluncurkan era baru bagi mutan X-Men, dengan menunjuk Emma Frost sebagai sosok yang mengambil alih peran Profesor Charles Xavier.

Laman Mureks membahas, perubahan kepemimpinan ini diprediksi akan membawa tim pahlawan super tersebut ke dalam periode paling berbahaya namun juga spektakuler.

Penulis komik X-Men United, Eve L. Ewing, memberikan gambaran mengenai pendekatan Emma Frost yang baru.

Menurut Ewing, Emma kini berada dalam “era tanpa kompromi.” Sikap tegas ini, meski berpotensi membawa kebaikan bagi para siswanya di sekolah baru “Graymatter Lane,” juga diperkirakan akan memicu berbagai masalah.

Dalam wawancaranya dengan AIPT, Eve L. Ewing secara spesifik menyinggung peran baru Emma dalam lore X-Men.

Ewing mengutip video viral Eartha Kitt yang berkata, “Kompromi?! Apa itu kompromi? Berkompromi untuk apa? Berkompromi untuk alasan apa? Untuk berkompromi? Untuk apa?! Untuk berkompromi. Apa itu kompromi?” lalu tertawa histeris, untuk menggambarkan sikap Emma saat ini.

Pendekatan tanpa kompromi ini juga diprediksi akan menimbulkan gesekan dengan mantan kekasihnya, Cyclops (Scott Summers).

Ewing menegaskan, “Emma dan Scott sama-sama orang yang suka memegang kendali, dan Emma berada dalam, katakanlah, era tanpa komprominya.” Ini mengindikasikan bahwa kedua pemimpin ini akan beradu argumen, terutama terkait konsep “Graymatter Lane.”

Graymatter Lane sendiri merupakan evolusi terbaru dari ide sekolah mutan yang dimulai dengan Xavier’s Institute for Gifted Youngsters. Namun, kali ini, sekolah tersebut beroperasi sepenuhnya di alam psikis. Hal ini menjadi pengingat akan status Emma sebagai salah satu telepat terkuat Marvel dan pemimpin generasi mutan berikutnya.

Transformasi Emma Frost dari seorang villain menjadi hero telah rampung bertahun-tahun lalu. Namun, X-Men United menjadi langkah terbaru untuk mengukuhkan posisinya sebagai salah satu karakter terpenting dalam waralaba tersebut.

Eve L. Ewing, yang berkolaborasi dengan artis Tiego Palma, memiliki pemahaman kuat tentang apa yang menjadikan Emma seorang hero ikonik, dan siap menyajikannya dalam level yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Komik X-Men United dijadwalkan debut pada Maret 2026 dari Marvel Comics dan disebut-sebut sebagai ‘X-book’ paling dinanti tahun ini. Catatan Mureks menunjukkan, era baru ini tidak akan lepas dari bahaya, dan bagian dari perjalanan karakter Emma adalah menyeimbangkan sikap “tanpa kompromi” tanpa jatuh pada kesombongan.

Jika ia berhasil, Emma berpotensi menjadi pemimpin X-Men terhebat. Mungkinkah? (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id