Nusantara

PPTI Dorong Peran Aktif Pengurus Daerah Dukung Target Eliminasi TBC 2030

ZETIZENS.ID— Upaya pengendalian tuberkulosis (TB) membutuhkan kerja terpadu dan sistematis yang melibatkan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga elemen sosial kemasyarakatan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Badan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) pada pengukuhan pengurus wilayah PPTI Banten masa bakti 2025–2029.

Dalam pernyataannya, PPTI menegaskan peran historis organisasi tersebut dalam upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia. Selama 58 tahun, PPTI telah menjadi mitra pemerintah dalam membantu pengendalian TB. Bahkan, PPTI disebut sebagai organisasi perintis yang telah berdiri sebelum pemerintah memiliki lembaga khusus untuk menangani tuberkulosis.

“PPTI merupakan organisasi pertama yang berdiri untuk menanggulangi tuberkulosis di Indonesia. Sebelum pemerintah membentuk sistem penanggulangan TB, PPTI sudah hadir sebagai pelopor,” ujar Yani. Oleh karena itu, jajaran pengurus wilayah PPTI Provinsi Banten yang dikukuhkan hari ini diharapkan dapat semakin aktif mendukung program pengendalian TB. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan advokasi, komunikasi, serta mobilisasi sosial yang menyasar masyarakat luas.

Dengan pendekatan tersebut, PPTI berharap masyarakat memperoleh informasi yang benar dan utuh mengenai tuberkulosis. Pemahaman yang baik dinilai penting agar masyarakat mampu dan mau berperan aktif dalam upaya pengendalian TB di lingkungannya masing-masing.

PPTI juga menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dengan pendekatan berbasis masyarakat. Organisasi ini menjalankan berbagai kegiatan penanggulangan TB di seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Kepada seluruh pengurus PPTI wilayah Banten masa bakti 2025–2029, Badan Pengurus Pusat PPTI menyampaikan ucapan selamat bekerja. Menjadi pengurus PPTI disebut sebagai bentuk pengabdian sekaligus kesempatan untuk beramal dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Dengan semangat ini, saya mengajak seluruh pengurus PPTI dan kader untuk meningkatkan prestasi kerja dan pengabdian kepada masyarakat, serta berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan,” demikian disampaikan dalam penutup sambutan tersebut. Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui PPTI diharapkan dapat memperkuat langkah Indonesia dalam mencapai target eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030.

(Sarah)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id