Joe Taslim hingga Wulan Guritno Jadi Volunteer Bantu Renovasi Sekolah di NTT

ZETIZENS.ID – Sederet publik figur yang dinaungi Lee Management seperti Joe Taslim, Wulan Guritno, Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shaloom Razade, Ida Rhijnsburger, dan Gerin Nathanie turun langsung membantu renovasi dua sekolah dasar di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kegiatan Voluntrip pada 3-4 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Give Back to Society yang berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), ZAP Clinic, InJourney, dan Lion Parcel.
Aksi ini bukan tanpa alasan. Pendidikan yang layak, sanitasi yang aman bagi anak perempuan, dan akses air bersih yang setara memang masih menjadi tantangan di banyak wilayah, khususnya Indonesia Timur.
Data dari BPS menunjukkan, persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak di NTT pada 2025 baru mencapai 80,80%, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 85,37%.
Sementara persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di NTT juga baru mencapai 89,86% pada 2025. Meski terjadi kenaikan, namun masih di bawah rata-rata nasional sebesar 93,22%.
Menjawab kebutuhan itu, sederet publik figur tersebut turut terlibat dalam renovasi ruang kelas, memperbaiki fasilitas belajar, membangun toilet ramah anak perempuan, hingga memberikan edukasi tentang kesehatan, sanitasi, dan simulasi tanggap bencana bagi anak-anak, guru, dan orang tua murid.
“Kami datang ke Manggarai bukan sebagai figur publik, tapi sebagai manusia yang ingin belajar dan berbagi. Saya mengajak teman-teman di Lee Management untuk turun langsung karena kami percaya, kehadiran sederhana—bekerja bersama, mendengar, dan membantu—bisa memberi arti bagi anak-anak dan sekolah tempat mereka tumbuh,” ujar Bucie Lee, Managing Director Lee Management.
Bagi Joe Taslim, pengalaman ini menjadi pengingat kuat tentang makna kehadiran. Ia menuturkan, datang langsung ke Manggarai dan bertemu anak-anak di sekolah mengingatkan bahwa waktu, tenaga, dan empati yang mereka curahkan bisa berarti besar.
“Semoga apa yang kami lakukan bersama hari ini menjadi langkah kecil yang memberi harapan besar bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk mewujudkan dampak yang berkelanjutan.
Menurutnya, di negara yang rawan bencana seperti Indonesia, memastikan sekolah yang aman menjadi fondasi penting untuk menumbuhkan generasi mendatang yang cerdas dan berdaya.
“Anak-anak di Manggarai memiliki hak yang sama atas pendidikan yang aman, sehat, dan bermartabat. Ketika pengaruh publik berpadu dengan aksi nyata, perubahan tidak lagi menjadi wacana, melainkan benar-benar dirasakan oleh anak-anak dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasional ZAP Clinic, Syarif Assegaf, menambahkan bahwa lingkungan belajar yang sehat dapat berdampak langsung terhadap kesehatan dan keberlanjutan belajar anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen mendukung renovasi fasilitas pendidikan sekaligus memberikan edukasi kesehatan dan sanitasi yang berdampak jangka panjang,” jelasnya.
Senada, Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mengatakan bahwa pembangunan manusia merupakan bagian dari keberlanjutan nasional.
“Pemenuhan hak dasar anak atas lingkungan belajar yang aman dan memadai menjadi fondasi penting bagi masa depan bangsa. Melalui kolaborasi ini, kami berkomitmen menghadirkan dampak jangka panjang bersama masyarakat dan para mitra,” ujarnya.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, menambahkan bahwa dukungan logistik menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan dapat menjangkau wilayah Indonesia Timur.
“Bagi Lion Parcel, logistik bukan hanya soal mengirimkan barang, tetapi juga mengantarkan nilai dan kebaikan. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi jembatan kepedulian bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.
Ungkapan Bahagia dari Siswa
Dampak kegiatan ini paling terasa dari ungkapan bahagia anak-anak. Maria, siswi di salah satu sekolah dasar yang dikunjungi mengatakan sekolahnya kini jauh lebih nyaman.
“Sekarang sekolah kami lebih bersih dan sudah ada toilet khusus untuk anak perempuan. Saya jadi lebih senang dan nyaman belajar. Terima kasih kakak-kakak sudah datang ke desa kami,” ujarnya.
Di sisi lain, program Voluntrip Give Back to Society juga menjadi momen personal bagi Winky Wiryawan dan Joe Taslim yang telah lama mendukung Plan Indonesia sebagai Sponsor Parents.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Winky Wiryawan berkesempatan bertemu langsung dengan anak sponsornya yang tinggal di Kabupaten Nagekeo, NTT. Pertemuan ini menjadi momen hangat untuk saling bertukar kabar serta memberikan semangat belajar bagi masa depan sang anak.
Melalui kegiatan ini, Lee Management bersama Plan Indonesia, ZAP Clinic, InJourney, dan Lion Parcel menegaskan bahwa perubahan sosial membutuhkan keterlibatan nyata.
Renovasi ruang kelas, penyediaan sanitasi yang lebih aman bagi anak perempuan, serta edukasi kesehatan menjadi langkah konkret untuk membuka akses pendidikan dan masa depan yang lebih setara bagi anak-anak Indonesia. (Zee)







