Gen Z

Remaja Makin Aman di TikTok, Pengguna Diajak Lagi Kampanye #SalingJaga #PikirDuaKali #LawanJudol dan Penipuan

SalingJaga keamanan remaja untuk membangun ruang digital yang aman melalui edukasi remaja dan orang tua.

Zetizens.id – Dengan lebih dari 110 juta pengguna aktif di Indonesia, TikTok didominasi pengguna remaja (usia 13-18 tahun) dimana sebagian besar gen z beraktivitas, mencari informasi, hiburan dan berkreasi di platform tersebut.
Untuk terus meningkatkan kesadaran dan edukasi di kalangan pengguna remaja,  TikTok melanjutkan inisiatif dan program edukasi masyarakat dengan membawa tiga kampanye keamanan yang dilaksanakan TikTok sepanjang tahun 2025 mencakup Seru Berkreasi, #SalingJaga keamanan remaja untuk membangun ruang digital yang aman melalui edukasi remaja dan orang tua.
Kampanye lainnya adalah #LawanJudol untuk menggerakkan komunitas dan masyarakat agar bersama melawan maraknya judi online di internet; serta #PikirDuaKali untuk mendorong terciptanya kewaspadaan pengguna dalam menghadapi penipuan online.
Hilmi Adrianto selaku head of Public Policy and Government Relations, TikTok Indonesia mengakui pihaknya akan terus berkomitmen menyediakan wadah yang aman bagi seluruh pengguna untuk mengekspresikan kreativitas mereka secara nyaman.
“Setiap hari, kami melakukan penghapusan video konten yang melanggar panduan komunitas kami. Ada lebih dari 25 juta konten video yang sudah dihapus sebagaian besarnya bahakn yang belum dilaporkan pengguna untuk menjalankan tiga kampanye keamanan yang dilakukan di Tiktok sepanjang 2025,” ujar Hilmi di acara Konferensi Pers #AmanDiTikTokR: Kilas Balik Upaya TikTok Lindungi Pengguna Sepanjang 2025 yang digelar di Paloma Resto Menteng, Jakarta pada Selasa (16/12/2025).
Dalam acara tersebut TikTok melaporkan pencapaian program mereka dan fitur baru apa saja yang bisa dinikmati pengguna agar semakin betah namun juga aman di platform.
“Untuk pengguna remaja misalnya, dengan bekerjasama dengan yayasan Sejiwa, kam menjangkau 1600+ peserta remaja di sekolah Jabodetabek mengajak pengguna sadar tentang pentingnya menjaga diri dan orang lain di media sosial,” lapar Hilmi lagi.
Dalam sesi literasi digital itu pula Yayasan Sejiwa menemukan banyak hal yang dirasakan remaja untuk bisa lebih cerdas dan bijak menggunakan platform tersebut misalnya dalam menerima informasi, melempar komentar dan membuat kontennya.
Samuel Christ, kreator konten edukasi juga menambahkan dirinya juga kerap ikut mengajak dan terus mengedukasi pengguna TikTok agar mampu meningkatkan kewaspadaan dan kuat juga melawan konten-konten yang berisiko dengan konten baru yang menyerahkan.
“Kalo dari sisi aku, kreator akan terus membuat konten dengan bahasa yang mudah dimengerti,  dengan contoh dan ilustrasi juga editan video yang simpel dan clean agar bisa membantu memberi pemahaman ke pengguna. Menurutku TikTok udah keren dan cukup lengkap dengan berbagai campaigne keamanan bermedsos ini dan saya support sekali untuk programa positif ini,” kata Samuel Christ, penulis buku Mega Kreator di acara yang sama. (*)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id