Life Style

Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Dunia di Festival Musik Internasional Ankara ke-40

ZETIZENS.ID — Setelah sukses menggelar konser Symphony of Friendship di Jakarta pada 7 April lalu sebagai bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss, Maestro Avip Priatna bersama Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) langsung melanjutkan langkahnya ke panggung internasional.

Mengawali rangkaian tur Eropa 2026, JCO dan BMS, yang merupakan bagian dari The Resonanz Music, tampil dalam Festival Musik Internasional Ankara ke-40 pada 11 April 2026 di gedung konser utama CSO Ada Ankara, Turki.

Penampilan ini menjadi pembuka perjalanan musikal yang membawa karya-karya Indonesia ke berbagai kota di Eropa. BMS juga dijadwalkan tampil secara khusus pada 12 April 2026 dalam rangkaian festival yang sama.

Festival yang diselenggarakan oleh Sevda-Cenap and Music Foundation dan didukung penuh oleh Pemerintah Turki ini telah berlangsung sejak 1993 dan menjadi bagian dari European Festivals Association (EFA), dengan partisipasi lebih dari 800 talenta dari 17 negara sepanjang penyelenggaraannya tahun ini.

Di hadapan lebih dari 1.000 penonton yang memenuhi ruang konser, JCO dan BMS menghadirkan sajian musik Indonesia dalam balutan aransemen orkestra dan paduan suara yang kaya.

Konser ini melibatkan sejumlah solois dan musisi, di antaranya James Napoleon Lai (piano), Nino Ario Wijaya (klarinet), Giovani Biga (biola), serta Metta F. Ariono (flute) dan Marini Widyastari (flute & piccolo). Penampilan vokal turut diperkuat oleh Farman Purnama (tenor) dan Valentina Aman (mezzo-sopran), bersama seluruh anggota Batavia Madrigal Singers.

Selama kurang lebih 90 menit, penonton diajak menyelami harmoni Nusantara melalui karya-karya seperti Overture Fatahillah karya Fero Aldiansya Stefanus, variasi Sepasang Mata Bola karya Ismail Marzuki, serta Tanah Air karya Ibu Sud untuk klarinet dan orkestra.

Pada bagian kedua, suasana konser semakin hidup melalui aransemen lagu-lagu daerah seperti Sik-Sik Sibatumanikam, Rampak Melayu, Bubuy Bulan, Rek Ayo Rek (violin solo), Paris Barantai, Tokecang, Ayo Mama, hingga Benggong, yang ditutup dengan karya Nusantara yang melibatkan seluruh musisi.

Puncak emosional konser terasa ketika lagu Indonesia Pusaka dibawakan, menghadirkan suasana haru yang tidak hanya dirasakan oleh para musisi di atas panggung, tetapi juga oleh penonton yang hadir. Penampilan kemudian ditutup dengan lagu Lisoi sebagai encore, yang langsung disambut dengan standing ovation panjang dari seluruh penonton.

Ketua Panitia Festival, Pinar Alpay Yuksel, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi JCO dan BMS dalam festival tahun ini. “Bagi kami, festival ini adalah bentuk music diplomacy yang terus terjaga karena adanya persahabatan dan hubungan baik antarnegara,” ujarnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, yang turut hadir dalam konser tersebut, juga mengungkapkan kebanggaannya.

“Saya bahkan menitikkan air mata saat mereka membawakan Indonesia Pusaka. Penonton terlihat sangat menikmati dan memberikan apresiasi luar biasa terhadap kekayaan musik Indonesia yang ditampilkan malam ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penampilan ini kembali menunjukkan keragaman budaya Indonesia yang luar biasa. “Kami semua bangga Indonesia,” tutupnya.

Avip Priatna menyampaikan bahwa keikutsertaan JCO dan BMS dalam festival ini merupakan bagian dari upaya membawa musik Indonesia ke panggung global.

“Kami berharap repertoar dari para komponis Indonesia dapat semakin dikenal dan juga dimainkan oleh orkestra di berbagai negara,” ujarnya.

Penampilan di Ankara ini menjadi awal dari rangkaian tur Eropa JCO dan BMS tahun 2026. Setelah Turki, mereka akan melanjutkan penampilan ke Amsterdam pada 15 April, Basel pada 17 April, dan Roma pada 21 April 2026.

Tur ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga menjadi bentuk nyata diplomasi budaya Indonesia melalui musik—membawa identitas, kekayaan, dan keberagaman Nusantara untuk diapresiasi oleh masyarakat dunia. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id