Edu

Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah, KKM Kelompok 45 Untirta Kenalkan Konsep 3R dan Ecobrick

ZETIZENS.ID – Permasalahan sampah masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian, terutama dalam hal pengurangan dan pemanfaatan kembali sampah plastik.

Melihat pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, KKM Kelompok 45 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar kegiatan Sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) & Ecobrick sebagai upaya memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) bertempat di SDN Pejaten 2, melibatkan siswa kelas 5 dan 6.

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi peserta untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pengelolaan sampah melalui prinsip 3R.

Berdasarkan rancangan kegiatan, peserta yang ditargetkan berjumlah kurang lebih 50 orang.

Mengangkat tema “Sosialisasi 3R & Ecobrick”, kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai permasalahan sampah serta pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Peserta diperkenalkan dengan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

Selain materi mengenai 3R, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai ecobrick, mulai dari pengertian, manfaat, bahan yang digunakan, hingga tahapan pembuatannya.

Ecobrick diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah plastik dengan memasukkan sampah plastik yang telah dipilah dan dibersihkan ke dalam botol plastik hingga menjadi padat dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan guna ulang.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai permasalahan sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Pembahasan tersebut membantu peserta memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mencakup upaya mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan memanfaatkan kembali sampah yang masih dapat diolah.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan ecobrick. Peserta diperkenalkan secara langsung pada tahapan pembuatan ecobrick dengan memanfaatkan botol plastik dan sampah plastik yang telah dikumpulkan.

Melalui praktik tersebut, peserta dapat memahami secara langsung bagaimana sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Praktik pembuatan ecobrick juga menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menerapkan pengelolaan sampah secara langsung.

Pendampingan dilakukan selama proses praktik agar peserta dapat mengikuti setiap tahapan pembuatan ecobrick dengan tepat.

Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 45 Untirta berupaya menanamkan pemahaman bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing.

Penerapan prinsip 3R diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang atau memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Kegiatan Sosialisasi 3R & Ecobrick tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi dan praktik saja. Pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh peserta didik melalui kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick.

Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kepedulian dan kebiasaan masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Melalui rangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi, diskusi, hingga praktik pembuatan ecobrick, KKM Kelompok 45 Untirta berharap siswa SDN Pejaten 2 semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis 3R dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah plastik agar tidak langsung berakhir sebagai limbah.

Program Sosialisasi 3R & Ecobrick menjadi salah satu bentuk kontribusi KKM Kelompok 45 Untirta dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap permasalahan sampah.

Dengan adanya edukasi yang disertai praktik secara langsung, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi sosialisasi, tetapi dapat diterapkan sebagai kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id