Khazanah

Iklan Marjan 2026, Bahas Kripto dan Tikus Korup

ZETIZENS.ID – Setiap Ramadan datang, sirup Marjan bukan hanya dicari dan ditunggu melainkan juga iklannya. Secara ya, iklan Marjan cuma tampil saat Ramadan aja.

Kamu sudah lihat iklan Marjan tahun ini? Begini narasi iklan versi panjangnya?

“Di jantung kota digital, Nakula dan Sadewa dari divisi serangan siber mendeteksi ancaman. Sistem keuangan dikorup. Sangkuni lepas dari sangkar. Tikus rakus itu melahap kripto. Semakin rakus semakin besar. Sangkuni berhasil lolos. Marjan berbuka dan bangkitkan semangat,” begitu tutur narator.

Yap, kali ini iklan Marjan yang digelari Marjan Cinematic Universe berlatar dunia Cyberpunk. Iklan terbaru ini menyoroti perjalanan seorang koruptor yang mencoba melarikan diri ke kota digital futuristik

Laman Blokchainmedia membahas, iklan Marjan 2026 yang tayang dalam versi penuh pada Jumat (30/01/2026), mengusung visual megah dan nuansa futuristik.

Marjan mempertahankan ciri khasnya sebagai iklan Ramadan yang terasa seperti cuplikan film layar lebar.

Dunia digital, teknologi canggih, dan cerita penuh simbol menjadi kombinasi utama yang membuat iklan ini menyedot perhatian.

Full version Iklan Marjan 2026 yang dirilis di YouTube pada akhir Januari lalu mengusung judul Tikus Rakus dengan latar sebuah kota digital futuristik.

Cerita dibuka dengan narasi yang langsung menegaskan adanya ancaman besar terhadap sistem keuangan.

Dua tokoh utama, Nakula dan Sadewa, digambarkan sebagai aparat siber yang menjaga stabilitas sistem keuangan digital. Keduanya melaju menggunakan mobil terbang, menyusuri kota penuh cahaya dan simbol teknologi modern.

Sangkuni muncul sebagai antagonis utama. Ia digambarkan sebagai tikus yang menjadi simbol kerakusan dan pengkhianatan terhadap sistem. Sejak kemunculannya, arah cerita langsung mengerucut pada konflik antara penjaga sistem dan perusak.

Dalam sejumlah adegan penting Iklan Marjan 2026, Sangkuni terlihat melahap aset kripto yang divisualisasikan dengan logo Bitcoin.

Dunia kripto ditampilkan sebagai simbol nilai digital yang menjadi sasaran eksploitasi, bukan sebagai aktor utama cerita.

Nakula dan Sadewa mengejar Sang Kuni dengan senjata laras pendek, bergerak cepat di tengah kota digital. Namun, setiap upaya penangkapan selalu berujung gagal. Sangkuni terus lolos dari kejaran.

Pada bagian akhir iklan, Sangkuni justru semakin besar dan kuat. Adegan ini memberi kesan bahwa ancaman belum berakhir dan dapat berkembang jika tidak dikendalikan.

Seperti pola di tahun-tahun sebelumnya, Iklan Marjan 2026 tampak menjadi bagian awal dari sebuah rangkaian cerita. Alurnya menggantung tanpa klimaks. Sangkuni lolos, sementara Nakula dan Sadewa masih dalam pengejaran.

Perpaduan tokoh pewayangan dengan dunia futuristik kembali menjadi kekuatan utama iklan ini. Kritik soal kerakusan dan korupsi disampaikan secara simbolik, selaras dengan nilai Ramadan tentang pengendalian diri dan kejujuran.

Melalui Tikus Rakus, Marjan menegaskan bahwa iklan Ramadan bisa menjadi medium refleksi sosial.

Bukan sekadar tontonan musiman, tetapi juga ajakan untuk merenungkan relasi antara kekuasaan, uang, dan moralitas di era digital.

Apakah kamu termasuk yang menungggu-nunggu iklan Marjan dengan segala ide kerennya, Zet? (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id