Groundbreaking JEC BALI @ Sanur JEC Bangun Sentra Kesehatan Mata
Berkonsep ‘Blue Hospital’ Pertama di KEK Sanur Bali, Kuatkan Ekosistem Wisata Kesehatan Global

ZETIZENS.ID – JEC Eye Hospitals and Clinics menggelar groundbreaking pembangunan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali. Cabang terbaru jaringan JEC ini akan mengusung konsep ‘Blue Hospital’ berstandar global, dan menjadi pionir layanan medis khusus mata di kawasan andalan tersebut.
Kehadiran JEC BALI @ Sanur menguatkan peran Bali dan Indonesia sebagai destinasi utama dalam ranah wisata kesehatan (health tourism) dunia.
Riset IMARC Group menyebut pasar wisata kesehatan di Indonesia pada 2024 mencapai USD 1,7 miliar. Bahkan, diproyeksikan terus tumbuh hingga mencapai USD 9,6 miliar pada 2033 mendatang.
Sementara, Bali telah dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang tak henti menarik pengunjung dari berbagai negara. Data BPS Provinsi Bali mencatat, sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mencapai 6.948.754 – meningkat 9,72 persen dibandingkan 2024.
“Peresmian KEK Sanur merupakan langkah bersejarah pemerintah dalam memperkokoh peran strategis Indonesia sebagai international health and wellness destination. Mendukung itu, JEC sebagai pemimpin layanan oftalmologi selama lebih dari empat dekade di Indonesia, akan menghadirkan JEC BALI @ Sanur – dengan mengombinasikan dokter subspesialis mata berpengalaman, teknologi bedah mata terkini, serta rekam jejak inovasi yang telah memajukan dunia kesehatan mata nasional,” papar Presiden Direktur JEC Group sekaligus Presiden Direktur PT Nitra Sanata Bali (NSB) yang menaungi JEC BALI @ Sanur, DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K).
“Melalui konsep ‘Blue Hospital’ yang akan diimplementasikan, kami berharap pasien di JEC BALI @ Sanur tidak hanya mendapatkan kesembuhan medis, tetapi juga pengalaman ‘healing‘ yang menyeluruh berkat dukungan sistem bangunan cerdas dan lingkungan yang ramah,” lanjut DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K).
JEC BALI @ Sanur disiapkan menjadi sentra kesehatan rujukan yang berdiri di atas lahan berukuran 6.200 meter persegi dengan infrastruktur bangunan berluas keseluruhan 12.000 meter persegi (terdiri dari 4 lantai dan semi-basement). JEC Bali @ Sanur ditargetkan rampung pada 2027, dan akan melayani 30.000 kunjungan pada tahun pertama operasionalnya.
Selain pasar lokal Bali, JEC BALI @ Sanur juga menyasar pasar domestik Indonesia, menengah ke atas dan komunitas ekspatriat, serta pasien dari mancanegara.
Kredibilitas JEC Eye Hospitals and Clinics atau JEC Group (induk PT NSB dan JEC BALI @ Sanur) telah diakui luas. JEC merupakan bagian dari asosiasi rumah sakit mata global, World Association of Eye Hospitals (WAEH), yang anggotanya merupakan centre of excellence di bidang oftalmologi dari seluruh dunia.
Dalam struktur organisasi tersebut, JEC dipercaya sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang duduk sebagai board member, berperan sebagai global collaborator dalam mendorong pertukaran pengetahuan, penguatan standar layanan, serta pengembangan praktik layanan kesehatan mata di tingkat internasional.
Selain itu, JEC juga berperan sebagai co-founder ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH), sebuah forum kolaborasi rumah sakit mata di kawasan Asia Tenggara yang bertujuan memperkuat sinergi regional, berbagi best practice, serta meningkatkan kualitas layanan oftalmologi di tingkat kawasan.
Komitmen terhadap standar mutu internasional tersebut juga tercermin melalui raihan akreditasi Joint Commission International (JCI) sebanyak empat kali berturut-turut pada 2014, 2017, 2020, dan 2023. JEC menjadi satu-satunya rumah sakit mata di Indonesia dengan pencapaian tersebut.
Seremoni peletakan batu pertama pembangunan JEC BALI @ Sanur turut dihadiri Presiden Direktur JEC Group dan Presiden Direktur PT NSB, DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K); Gubernur Bali, Dr. Ir. I wayan Koster, M.M.; dan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat.
“Kami menyambut baik kehadiran JEC BALI @ Sanur sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan KEK Sanur. Fasilitas kesehatan mata berstandar internasional ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bali, tetapi juga memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi wisata kesehatan kelas dunia. Kami optimistis kehadiran JEC BALI @ Sanur akan membawa multiplier effect yang positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Provinsi Bali, Dr. Ir. I wayan Koster, M.M.
PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) memandang JEC BALI @ Sanur sebagai penguat daya saing KEK Sanur (atau The Sanur).
“Terobosan InJourney Hospitality, sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola The Sanur, bersama JEC Eye Hospitals and Clinics ini menjawab kebutuhan ribuan masyarakat Indonesia terhadap sentra kesehatan mata berkualitas di Tanah Air. Kolaborasi dengan top-notch international brand guna menghadirkan best technology and medicines menjadi bukti komitmen InJourney Hospitality dalam mewujudkan international health and wellness destination di Indonesia. Melalui pencapaian ini, kami percaya akan membawa manfaat signifikan bagi peningkatan kualitas kesehatan serta pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat.
Pembangunan JEC BALI @ Sanur sejalan dengan visi pengembangan KEK Sanur sebagai international health and wellness destination yang mengintegrasikan layanan kesehatan berstandar global dengan ekosistem pariwisata kelas dunia.
Blue Hospital: Perpaduan Ekosistem Pintar, Keberlanjutan, dan Kesejahteraan Manusia
JEC BALI @ Sanur hadir dengan mengadopsi konsep ‘Blue Hospital’, sebuah pendekatan desain dan operasional rumah sakit masa depan yang menyatukan prinsip ‘smart’ (pintar) dan ‘green’ (hijau) secara utuh.
Konsep ini dikembangkan oleh Deerns, konsultan engineering dan perancang fasilitas kesehatan global, yang menitikberatkan pada enam aspek inti: sentralitas pasien, hasil kesehatan yang optimal, efisiensi biaya, kesejahteraan manusia (baik pasien maupun tenaga medis), keberlanjutan lingkungan, serta kecerdasan bangunan/building smartness.
Implementasi ‘Blue Hospital’ di JEC BALI @ Sanur bertujuan menciptakan ekosistem penyembuhan (healing environment) yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga humanis.
Secara operasional, JEC BALI @ Sanur akan bertumpu pada tiga pilar utama: Pertama, pilar manusia (people) – mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan pasien serta staf medis untuk menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas layanan. Kedua, pilar keberlanjutan (sustainability) – mengintegrasikan sistem hemat energi dan penggunaan material ramah lingkungan guna menekan jejak karbon. Ketiga, pilar efisiensi (operational efficiency) – menggunakan data real-time untuk meningkatkan reliabilitas layanan.
Guna mewujudkan itu, beberapa fitur akan diaplikasikan dengan tujuan mendukung mobilitas dan kenyamanan pengguna di dalam rumah sakit.
Antara lain, smart parking untuk kemudahan akses, smart lighting berbasis deteksi gerak guna efisiensi energi, hingga pemasangan sensor kualitas udara (air quality sensors) di ruang-ruang strategis untuk memastikan lingkungan yang sehat dan aman bagi tindakan medis maupun pemulihan pasien.
Dari segi fasilitas, JEC BALI @ Sanur akan menyediakan layanan komprehensif, antara lain:
● FLACS (Semi-robotic Cataract Surgery): teknologi semi-robotik canggih untuk bedah katarak presisi tinggi dengan pemulihan lebih cepat dan hasil penglihatan yang lebih optimal.
● SMILE PRO, LASIK & Implantable Collamer Lens (ICL): koreksi penglihatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
● Glaucoma: diagnosis dan penanganan glaukoma yang canggih untuk mencegah kehilangan penglihatan dan menjaga kesehatan mata.
● Vitreo-retina: layanan retina dan vitreus yang komplet, meliputi tindakan bedah, injeksi, dan terapi laser dengan dukungan teknologi mutakhir.
● Myopia Control Center: layanan pengendalian miopia untuk mengelola dan memperlambat progresivitas miopia secara efektif.
● Dry Eye Center: perawatan mata kering yang menyeluruh dengan diagnostik modern dan rencana terapi yang dipersonalisasi untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas penglihatan.
“Hadirnya JEC BALI @ Sanur bukan sekadar penambahan satu sarana kesehatan semata, tetapi tentang membangun ekosistem kesehatan mata yang berkelanjutan dan inklusif. Kami berharap berdirinya JEC BALI @ Sanur di KEK Sanur dapat mengurangi tren medical outbound di kalangan masyarakat, sekaligus menarik wisatawan mancanegara, sehingga Indonesia semakin dipercaya sebagai sentra kesehatan mata dunia yang mumpuni,” tutup DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K).
Sejak 1984, JEC Eye Hospitals and Clinics secara konsisten mengembangkan jaringan layanan kesehatan mata di Indonesia.
Saat ini, JEC Eye Hospitals and Clinics memiliki 5 rumah sakit mata dan 11 klinik utama mata. Rumah sakit mata JEC meliputi Rumah Sakit Mata JEC @ Menteng, Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya, Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok, Rumah Sakit Mata JEC CANDI @ Semarang dan RS Mata JEC ORBITA @ Makassar. Sementara itu, untuk klinik utama mata terdiri dari Klinik Utama Mata JEC @ Cibubur, JEC @ Tambora, JEC @ Cinere, JEC @Bekasi, Candi Eye Center Semarang, JEC ANWARI @Purwokerto, JEC JAVA @ Surabaya, JEC ORBITA @ Makassar, JEC BALI @ Denpasar, JEC JAVA @ Pasuruan, dan JEC ORBITA @ Kendari. Selain JEC BALI @ Sanur, tahun ini JEC Eye Hospitals and Clinics akan menambah pembukaan cabang baru di Kediri (Jawa Timur) dan Tangerang (Banten). (Sobri)







