Satu Tahun Pemerintahan, Pemprov Banten Akui Masih Banyak Kekurangan

ZETIZENS.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Provinsi Banten. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten mewakili Gubernur Andra Soni dalam kegiatan pelantikan DPD GMNI Banten, Jum’at (13/2/2026).
Sekda Provinsi Banten dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya Gubernur Andra Soni. Ia menyebut hal tersebut tidak mengurangi rasa cinta gubernur pada organisasi yang melakasanakan pelantikan hari ini. “Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya mengucapkan selamat atas telah dilantiknya GMNI DPD Provinsi Banten sebagai organisasi kepemudaan,” ujar Deden Apriandhi. Pemprov Banten menyambut baik semangat yang disampaikan Ketua GMNI, bahwa organisasi kepemudaan harus menjadi bagian dari ornamen pembangunan daerah.
Menurutnya, peran tersebut tidak selalu berada pada posisi mendukung pemerintah, tetapi juga tidak harus selalu dalam posisi berseberangan. “Ornamen pembangunan itu tidak melulu dalam posisi mendukung, tapi tidak juga harus selalu dalam posisi menyerang. Yang lebih baik adalah ketika kita semua mau berdiskusi dan duduk bersama, berbincang tentang bagaimana Provinsi Banten ke depan,” ungkapnya.
Pemprov menilai kolaborasi dan ruang dialog menjadi kunci dalam membangun daerah. Pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan masukan konstruktif demi kemajuan Banten. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan refleksi satu tahun pemerintahan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur.
Pemprov mengakui masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Kami masih sangat merasakan banyak kekurangan yang memang kita miliki, terutama terkait kondisi anggaran yang saat ini mengalami efisiensi,” ujarnya.
Meski demikian, Pemprov Banten memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak terlalu berdampak signifikan terhadap program prioritas daerah. Hal ini karena sebagian besar program yang dijalankan langsung bersentuhan dengan masyarakat dan tidak berfokus pada belanja modal berskala besar.
“Alhamdulillah program-program kita bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga tidak mengedepankan belanja modal yang membutuhkan anggaran luar biasa besar,” jelasnya. Melalui momentum pelantikan tersebut, Pemprov Banten berharap GMNI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
(Sarah)







