Finance

Pertumbuhan Ekonomi Banten Mengungguli Daerah Lain, Simak Penyebabnya

ZETIZENS.ID – Taklimat Media kembali dihelat Bank Indonesia Provinsi Banten. Even rutin triwulanan yang kali ini berlangsung di Breeze, Kabupaten Tangerang, Kamis 12 Februari 2026 ini mengangkat tema “Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Banten Melalui Sinergi Moneter, Fiskal, dan Ssktort Keuangan”.

Ameriza M Moesa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M. Moesa menjelaskan, kondisi global sedang tidak baik-baik saja, persaingan semakin keras, sehingga pertumbuhan ekonomi secara global diprediksi melambat.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan. Indonesia tertinggi di negeri G20. Ekonomi kita diselamatkan oleh investasi yang meningkat di sektor non-bangunan yang signifikan khususnya industri pengolahan dan perdagangan. Selain itu disumbang dari bidang ekspor,” jelas Ameriza.

Untuk Banten, Ameriza bilang, pertumbuhan mencapai 5,37 persen. Angka ini lebih tinggi dari Jawa yakni 5,30 persen dan lebih baik dari nasional yakni 5,11 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Banten ini didorong oleh industri pengolahan, perdagangan, real estate, dan pergudangan,” jelas Ameriza lagi.

Pada even yang dimoderatori Ketua Bidang Fiskal dan Moneter ISEI Banten Deswita Herlina ini Asisten Direktur Pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Afif Al Farisi memaparkan perkembangan ekonomi regional Banten.

“Kaitan dengan pengawasan keuangan, bank umum yang ada di kantor pusat yakni Bank Banten, juga 63 BPR atau BPRS dan 6 LKM atau LKMS. Sektor jasa keuangan pertumbuhan ditopang perbankan. Dana kita cukup banyak yang ada di sini,” jelasnya.

Meski begitu kata dia, banyak dana pun belum tentu baik, biar makin tumbuh adalah perbanyak konsumsi.

Ia juga memaparkan, dari sisi pasar modal, investor bertumbuh jadi 1 juta lebih di bidang saham dan reksadana.

“Untuk perkembangan UMKM secara tren mengalami peningkatan dari beberapa tahun lalu, namun seiring dengan belum stabilnya kondisi perekonomian maka pada 2025 penyaluran kredit kepada debitur UMKM secara nasional maupun Banten mengalami penurunan dibandingkan Desember 2024,” lanjutnya.

Mohammad Zaki, Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran II DJPb memaparkan banyak hal. Antara lain pendapatan negara senilai Rp84,62 triliun.

Ia juga menjelaskan, belanja bansos atau bantuan sosial tersalurkan hampir sempurna untuk menjaga daya beli rentan.

“Fokus utama adalah program Indonesia pintar (PIP) dan KIP Kuliah melalui Kemenag untuk akses pendidikan. Menatap Banten 2026, ekonomi tumbuh maintain 5,37 persen. Fiskal mendukung APBN stimulus dan TDK. PR bersamanya adalah mengendalikan inflasi dan optimalisasi SiLPA Rp5,17 triliun. Kunci suksesnya terletak pada energi komunikasi satu frekuensi,” paparnya. (Hilal)

Hilal Ahmad

Gen Z Enthusiast yang suka menulis apa pun dan bertualang ke mana pun!

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id