Nusantara

OJK Banten Menilai Sektor Jasa Keuangan di Banten Masih Berada dalam Kondisi yang Terjaga dan Stabil

ZETIZENS.ID – Asisten Direktur Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten, Afif Alfarisi, memaparkan perkembangan sektor jasa keuangan di wilayah Banten yang secara umum menunjukkan tren pertumbuhan, meski dengan laju yang moderat di sejumlah sektor. Hal tersebut dipaparkan dalam acara Taklimat Media, Kamis (12/2/2026).

Menurut Afif, sektor perbankan masih menjadi penopang utama kinerja jasa keuangan di Banten. Fungsi intermediasi bank umum maupun BPR-BPRS dinilai tetap berjalan, ditandai dengan pertumbuhan kredit sebesar 3,3 persen. Meski pertumbuhan tersebut relatif tipis dibanding tahun sebelumnya, secara nominal nilai kredit tetap mengalami peningkatan.

“Kalau kita lihat dari sisi kredit memang tumbuh, walaupun pertumbuhannya tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 3,3 persen. Namun secara nominal tetap bertambah,” ujarnya. Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), OJK mencatat pertumbuhan sebesar 5,45 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 11,94 persen. Meski demikian, total DPK di Banten dinilai cukup besar dan mampu menopang penyaluran kredit di daerah.

“Dana yang terhimpun di Banten cukup banyak, sehingga penopang kredit kita masih bisa terpenuhi,” jelas Afif. Ia menambahkan, dalam perspektif ekonomi, dana yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan konsumsi agar menghasilkan multiplier effect yang optimal. “Kunci utama dari multiplier effect itu ada pada konsumsi. Kalau dana banyak tapi tidak berputar, tentu dampaknya tidak maksimal,” katanya.

Sementara itu, dari sisi pasar modal, jumlah investor di Banten terus bertambah. Hingga Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat telah menembus lebih dari satu juta investor untuk saham dan reksa dana. Nilai transaksi juga mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya partisipasi masyarakat. “Penambahan SID menunjukkan masyarakat semakin melek pasar modal dan aktif bertransaksi,” ungkapnya. Afif menjelaskan, data investor tersebut berdasarkan alamat registrasi. Artinya, meskipun investor berdomisili di Banten namun bertransaksi di luar daerah seperti Jakarta, tetap tercatat sebagai basis investor Banten.

Di sektor perusahaan pembiayaan, pertumbuhan juga terlihat positif. Termasuk di dalamnya pembiayaan berbasis teknologi atau fintech. Di Provinsi Banten sendiri terdapat tujuh perusahaan pembiayaan dan 11 penyelenggara fintech yang turut mendukung aktivitas ekonomi daerah. Menurutnya, keberadaan perusahaan pembiayaan dan fintech tersebut menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan sektor jasa keuangan di Banten, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Secara keseluruhan, OJK menilai sektor jasa keuangan di Banten masih berada dalam kondisi yang terjaga dan stabil, meskipun terdapat perlambatan pada beberapa indikator dibanding tahun sebelumnya. Ke depan, penguatan konsumsi dan optimalisasi penyaluran dana diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik.

(Sarah)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id