Seleb

Menata Ritme di Jakarta, Ini 4 Prioritas Aruma Saat Hidup Mandiri

ZETIZENS.ID –Tinggal sendiri di Jakarta menjadi fase baru dalam perjalanan Aruma.
Jauh dari rutinitas dan suasana Bandung yang selama ini membentuk kesehariannya, Aruma kini menata hari-harinya dengan ritme yang sepenuhnya ia kelola sendiri, baik sebagai individu maupun sebagai musisi.

Peraih AMI Awards 2023 kategori Pendatang Baru Terbaik ini tengah berada di fase yang lebih tenang dalam memandang karier. Ia tidak sedang mengejar perubahan besar, tetapi menyusun ulang kebiasaan, cara bekerja, dan cara mendengarkan dirinya sendiri.

Sebuah pendekatan yang kini juga ia bawa ke proses menyiapkan karya-karya barunya.

Berikut empat hal yang kini menjadi perhatian utama Aruma dalam fase hidup mandiri.

1. Menjaga Self-Care dan Batas Energi

Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma membiasakan diri menjaga ritme tidur, menyisakan waktu jeda di tengah agenda, dan lebih rapi mengatur waktu.

“Sekarang aku lebih fokus ke diri aku sendiri. Lebih mindful, memperhatikan kesehatan, dan menerapkan self-care,” ujar mahasiswi Desain Produk FSRD Institut Teknologi Bandung ini.

Perhatian pada energi dan ruang jeda ini juga menjadi bagian dari persiapannya sebelum
masuk ke studio. Ia ingin berada dalam kondisi yang lebih utuh secara emosional saat mulai menulis dan merekam materi-materi barunya.

2. Menyusun Ulang Cara Berkarya yang Lebih Jujur

Dalam proses menulis, belakangan Aruma lebih banyak menyimpan potongan ide, membuat catatan kecil, dan merapikan lirik jauh sebelum sebuah lagu masuk tahap rekaman. Diskusi singkat dengan circle kreatifnya juga menjadi bagian dari rutinitas yang ia jaga.

Baginya, proses seperti ini memberi ruang untuk memastikan cerita yang dibawa dalam lagu benar-benar dekat dengan pengalaman personalnya.

Tema-tema yang belakangan ia tulis pun terasa lebih reflektif, entah itu tentang menjaga batas diri, menerima jeda, atau berdamai dengan ritme hidup yang tidak selalu cepat.

Pendekatan ini menjadi kelanjutan dari perjalanan musikalnya setelah merilis lagu “Muak”, sekaligus menandai arah cerita yang ingin ia hadirkan dalam rilisan berikutnya.

3. Memperluas Eksplorasi Visual dan Bisnis Kreatif

Di luar musik, Aruma mulai memberi ruang lebih besar pada ketertarikannya di bidang desain, fesyen, dan seni visual. Di tengah kesehariannya, penyanyi kelahiran 3 September 2003 ini mengikuti kelas-kelas kecil, menonton seminar, serta mempelajari sisi bisnis kreatif untuk mengisi pengetahuannya.

“Aku masih pelan-pelan belajar, tapi dari situ aku jadi lebih paham bagaimana menampilkan karya dengan cara yang lebih rapi,” katanya.

Eksplorasi lintas bidang ini juga mulai ia terapkan dalam proses menyiapkan karya baru, terutama dalam membangun konsep visual dan identitas artistik yang sejalan dengan cerita di dalam lagunya.

4. Menata Ulang Cara Bekerja dan Berkolaborasi

Dalam fase ini, Aruma semakin selektif menyusun jadwal dan memilih proyek agar ruang kreatifnya tetap terjaga. Di saat yang sama, ia juga lebih terbuka untuk berkolaborasi dan meminta bantuan, baik dalam urusan teknis seperti mixing dan penjadwalan, maupun sekadar berbagi cerita tentang suasana hati.

Baginya, musik tetap menjadi ruang paling personal untuk jujur. Namun kini, proses menuju sebuah lagu terasa lebih terstruktur, lebih diperhatikan detailnya, dengan persiapan yang lebih matang sebagai bagian dari perjalanan karier jangka panjang.

Lewat empat hal tersebut, Aruma menata ulang bukan hanya keseharian, tetapi juga arah bermusiknya. Di tengah proses menyiapkan rilisan terbarunya, ia berharap lagu-lagu yang lahir dari fase hidup mandiri ini dapat menjadi ruang bagi pendengar untuk menemukan potongan cerita mereka sendiri. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id