Gen Z

Jadi Duta Gen Z, Jangan Lupa Menulis

ZETIZENS.ID – Menulis dan membaca adalah komponen penting dalam gerakan literasi. Ini menjadi salah satu fokus utama Zetizens selain aksi literasi dan pengembangan diri.

Pemahaman literasi ini disampaikan Mia Andaresta Zetizens Jurnalistik 2024 yang karyanya baru saja dipublikasikan di antologi buku anti bullying dan Ade Isma Zetizens Jurnalistik 2024 yang karya fiksinya dimuat di website Zetizens.id.

‎Materi ke-4 pada pembekalan Zetizens Icon. 2026 pada Sabtu (28/2/2026) di Warkop Jatayu, Karundang, Kota Serang ini dimoderatori oleh Andhit, Zetizens Icon Environment 2024. Materi ke-4 ini membahas tentang kepenulisan.

‎Mia bilang, awal mula ikut Zetizens Jurnalistik yakni ikut penulisan artikel, seminar penulisan. Sementara Isma mulanya ditawari untuk menulis cerpen lalu gabung Zetizens

Saat ditanya moderator bagaimana cara dan ide kreatif menulis, Mia menjawab yaitu dengan mencari berbagai referensi seperti menonton film dan cari sumber-sumber lainnya.

“Dari cerita kehidupan zaman dulu bisa dituangkan dalam tulisan atau bahkan bertemu orang-orang memberikan kesan, dari orang lalu kita tuliskan dengan realitasnya,” jelas Mia.

‎Isma bilang, tuliskan apa saja yang ada di pikiran kita

Menjawab pertanyaan ‎moderator tentang bagaiman agar tidak stuck menulis, menuangkan ide, dan tetap semangat, Mia bilang yaitu dengan refresing sejenak dengan olahraga dan kegiatan lainnya.

“Jangan scroll yang lain tapi fokus dengan apa yang kita kerjakan, kita kudu bisa me-manage waktu,” tukasnya.

‎Sementara cara Isma, kalau stuck menulis bisa melakukan kegiatan lain. “Jangan dulu diteruskan tulisannya karena takut pusing dan gak nyambung ceritanya,” ungkapnya.

‎Mia menyarankan banyak baca buku baik buku lama atau buku baru dan juga cari pembimbing dan ikut seminar-seminar agar memberikan arahan dan bisa bertanya serta memberikan arahan terkait karya kita yang terhenti.

‎Isma juga bilang ikut workshop juga. Dan harus ‎berani berubah dengan menulis.

Keduanya berpesan, tuliskan saja bukan membenarkan, kita bukan editor, tulis dulu saja dulu semua.

“‎Kita adalah penulis jangan sibuk dengan persepsi orang. Gapapa tulisan jelek yang penting punya kita,” kata keduanya. (Aliyah)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id