Aksi Positif, Literasi, dan Pengembangan Diri jadi Fokus Utama Zetizens

ZETIZENS.ID – Musim pemilihan Duta Gen Z atau Zetizens Icon yang kali ini digelar dua tahun sekali, pada tahun ini sudah memasuki tahap pembekalan. Selama dua hari, yakni pada 28 Februari dan 1 Maret 2026, 26 finalis Zetizens Icon 2026 mengikuti pembekalan di Warkop Jatayu, Karundang, Kota Serang.
Nisa Luthfiah, Ketua Divisi Zetizens Icon di Zetizens Official saat sambutn di acara pembukaan Meet the Tutor mengucapkan selamat kepada para finalis yang terpilih.
Viny Maudy, winner Zetizens Icon Girl 2024 mewakili panitia mengucapkan good luck dan semangat untuk para finalis Zetizens Icon 2026.
Saat materi pengenalan Zetizens yang dipandu Ahmad Hidayat, Zetizens Face Pendidikan 2025, dibahas awal mula berdirinya Zetizens, dan hal- hal yang berhubungan dengan Zetizens.
Nisa bilang, Zetizens sekarang sudah genap berusia 1 dekade. “Zetizens awalnya dinaungi oleh Radar Banten. Zetizens Icon berawal pada tahun 2017, namun sejak tahun 2020 Zetizen menjadi komunitas mandiri. Awalnya pada selempang Zetizens ada nama embel-embelnya Radar Banten namun sekarang hanya Zetizens Banten saja,” jelas Nisa yang juga Zetizens Icon 2020.
Di Radar Banten, di awal kemunculannya, Zetizens merupakan halaman koran untuk anak muda khususnya Gen Z. Terbit setiap hari memuat tema yang sedang hits. Zetizens ini terbit se-Indonesia di 150 koran grup Jawa Pos. Semua materi dihadirkan terpusat oleh Zetizen Jawa Pos di Surabaya, Jawa Timur sebagai pusat.
Untuk halaman Zetizen di Radar Banten, selain ada materi yang dikirim oleh tim Zetizen Jawa Pos Surabaya, juga memuat berita dan segala sesuatu tentang anak muda yang mengekspresikan hal-hal positif di Banten.
“Zetizens Icon dihadirkan karena untuk mencari anak-anak keren di Banten yang bisa menjadi role model di segala bidang. Apapun itu. Karena di sini lah, pengembangan diri seperti hard skill dan soft skill diasah. Kegiatan-kegiatan Zetizens juga mengarah pada aksi positif dan literasi, baik yang kita lakukan sendiri atau kolaborasi dengan instansi lain,” lanjut Nisa.
Literasi
Ika Monika, Zetizens Jurnalistik 2023 yang menjadi pemateri lainnya menambahkan, di Zetizens itu beragam. Bukan hanya karakternya tapi juga evennya. Selain ada pemilihan Zetizens Icon juga ada pelatihan untuk Zetizens Jurnalistik.
“Di Zetizens Jurnalistik oni bukan hanya hobi baca akan tetapi pas era Gen Z ini udh di zaman digital, maka perlu namanya literasi agar bisa mengambil keputusan secara bijak dalam menggunakan medsos secara baik. Baik itu dalam berkomentar di medsos dan lainnya. Literasi itu yaitu bagaimana kita bisa memahami segala sesuatu, terus sekarang membaca bisa melalui akses e-book yang memudahkan bagi siapa saja yang mau membaca,” jelas Ika.
Kegiatan di Zetizens Jurnalistik kata Ika, iada taman baca keliling yang dilakukan di berbagai wilayah Banten, dengan cara membuka stand dan siapapun bisa mengaksesnya.
“Siapapun boleh baca di situ, kegiatannya pun bukan hanya literasi tetapi juga banyak sekali misalnya pembuatan konten dan lainya,” lanjut Ika.
Zetizens itu kata Ika, seperti rumah dan tidak membeda-bedakan anggotanya. Di Zetizens dipandang sama baik itu Zetizens Icon, Zetizens Face, Zetizens Fashion, Zetizens Tiktok, Zetizens Singer, Zetizens Jurnalistik maupun Gen Z of the Year.
“Benefitnya juga kita bisa menerbitkan buku per angkatan dari anggota Z seperti contohnya antologi cerpen,” jelas Ika.
Seru
Menurut Nisa, gabung di Zetizens itu sangat seru. Bagi Nisa, Zetizens itu rumah untuk berkembang.
“Walaupun kita pergi kemana, tapi kita akan kembali lagi ke rumah kita di Zetizens, jangan sampai lupa jalan pulang,” tukasnya.
FYI, generasi muda saat ini merupakan aset atau pondasi untuk menuju generasi emas, karena yang akan menduduki pemerintahan di masa yang akan mendatang. Keberadaan Gen Z penting untuk Indonesia bukan hanya jadi aset tetapi penentu sebuah bangsa di masa depan.
Menurut Nisa, karena Gen Z ini sangat penting untuk Indonesia maka harus melek literasi.
“Aktif terus ya berkegiatan di Zetizens. Nantinya kita bisa launching buku bareng. Zetizens juga bergerak di bidang apa aja kok, seperti modeling, kesenian, entrepreneur, pendidikan dan kita dimana pun ada bidangnya, mau berkembang sebagai modelkah atau apakah dan lain-lain, tergantung kita mau membawa diri kita sendiri itu kemana,” tutupnya. (Aliyah)






