Life Style

Enam Tahun Narabahasa: Mencintai Bahasa dengan Menguasainya

ZETIZENS.ID — Narabahasa melaksanakan program Selebrasi Narabahasa (Senara) #6 yang mengangkat tema Senapas dengan Komunitas. Senara adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk menyambut hari ulang tahun (HUT) keenam Narabahasa.

Kegiatan ini dilaksanakan di Omah Martimbang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 09.00–17.00 WIB.

Senara tahun ini terdiri atas gelar wicara, bincang komunitas, lokakarya menulis dan membuat zine, dan hiburan. Melalui rangkaian kegiatan ini, Narabahasa ingin menyediakan ruang ekspresi kreatif bagi kreator di bidang kebahasaan dan literasi, memperluas wawasan masyarakat dan memberikan ruang hiburan yang edukatif, serta memperluas jejaring dengan komunitas, penerbit, dan pelaku industri kreatif.

Pada perayaan ini, Narabahasa bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mewujudkan acara yang relevan dengan tema kolaborasi. Lokakarya bertopik “Menulis Cerita dan Membuat Zine” yang dipandu oleh Rauf dan Firnita pada awal acara mengajak peserta untuk melakukan praktik menulis dan mewujudkannya sebagai zine dengan ide dari keseharian.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar hadir sebagai salah satu narasumber pada gelar wicara bertopik “Cipta Karya dari Bahasa” bersama Berto Tukan (penulis di komunitas Gudskul) dan Nenden Lilis Aisyah (akademisi dan penulis). Gelar wicara ini dipandu oleh pendiri dan Direktur Utama Narabahasa Ivan Lanin sebagai moderator.

Ivan membuka sesi gelar wicara dengan mengucapkan syukur atas perjalanan Narabahasa yang sudah menginjak usia keenam.

“Saya tidak menyangka [Narabahasa] bisa sampai sejauh ini. Berawal dari kebahagiaan yang saya temukan dari pelatihan kebahasaan, Narabahasa terbentuk hingga memiliki tujuan untuk meningkatkan muruah bahasa Indonesia, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berbahasa Indonesia, dan meningkatkan kebahagiaan pegawai,” ujarnya.

Ivan juga menjelaskan gelar wicara yang dilakukan adalah bentuk dari karya-karya yang dihasilkan oleh Narabahasa sepanjang enam tahun terakhir.

“Di usia yang keenam, Narabahasa terus berkarya dari semua lini bisnis yang kami miliki. Gelar wicara yang akan dilakukan juga bentuk upaya dari karya Narabahasa untuk terus menjalankan tujuan-tujuannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, apresiasi diberikan oleh Irene Umar kepada Narabahasa melalui slogan yang menurutnya sesuai dengan keadaan terkini.

“Saya suka slogan ‘Kuasai bahasa, kuasai dunia’. Pada saat kita menguasai suatu bahasa, kita akan lebih mudah mendapatkan relasi. Hal tersebut berlaku untuk bahasa [kita] sendiri maupun bahasa asing,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan pentingnya memiliki kemampuan bercerita (storytelling).

“Bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi juga perlu digunakan untuk menguasai storytelling. Kalau kita tidak bisa mengungkapkan dengan baik apa yang kita rasakan, orang lain tidak akan bisa mengetahuinya. Terlebih, kebahagiaan ada di tangan kita masing-masing,” pungkasnya.

Nenden juga menjelaskan bagaimana peran akal imitasi atau artificial intelligence (AI) dalam bidang akademik. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa ditolak. Kehadiran AI yang dibatasi dengan jelas justru dapat membantu manusia. Di sisi lain, Berto Tukan menceritakan pengalamannya dalam berkarya bersama komunitas.

“Kita dapat memetakan kelebihan dan kekurangan para anggota lain, jadi ketika kita memiliki ide akan terasa mudah untuk dijalankan,” ujarnya.

Ivan dan para narasumber juga menyempatkan mengunjungi tenan-tenan yang meramaikan acara sekaligus mengapresiasi produk-produk yang dihasilkan, baik karya literasi dan visual maupun makanan.

Irene juga mengapresiasi Senara #6 yang mampu mengangkat topik kebahasaan yang menurutnya memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola dengan baik.

Setelah sesi gelar wicara, Senara #6 berlanjut dengan membahas perkembangan dua komunitas kreatif di Jakarta, yaitu From Hobby to Something (FHTS) yang diwakili oleh Dafy dan Puisi on The Spot (PoTS) yang diwakili oleh Hanung.

Kedua komunitas ini menceritakan ide awal hingga proses mereka bertahan sampai sejauh ini. Mereka melihat komunitas bukan hanya sebagai wadah untuk melakukan hal yang mereka sukai, melainkan juga potensi pemasukan yang memiliki nilai lebih.

Melalui acara ini, Narabahasa berharap perhatian tentang bahasa dapat lebih meningkat. Upaya Narabahasa selama enam tahun terakhir untuk mewujudkan visinya adalah bentuk kepedulian terhadap bahasa Indonesia. Ke depannya, Narabahasa akan tetap berkarya untuk melanjutkan upaya tersebut. Narabahasa juga akan selalu menjalankan slogan yang telah dijaga selama bertahun-tahun, yaitu “Kuasai bahasa, kuasai dunia”. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id