Edu

Dukung Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKM Tematik 68 Untirta Gelar Workshop Pestisida Nabati dan Yellow Trap di Desa Mangkunegara

ZETIZENS.ID – Upaya mewujudkan sistem pertanian sehat yang ramah lingkungan ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Kelompok 68 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Melalui program kerja unggulan, mereka menyelenggarakan workshop pembuatan pestisida nabati dan yellow trap di Desa Mangkunegara, Kecamatan Bojonegara, Cilegon.

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa KKM 68 dalam
memberikan solusi pengendalian hama yang aman bagi kesehatan dan lingkungan demi
mendukung terciptanya pertanian berkelanjutan di tingkat desa.

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai alternatif pengendalian hama yang aman, murah, dan ramah lingkungan sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan.

Dalam workshop tersebut, mahasiswa memfokuskan materi pada pemanfaatan potensi lokal yang murah dan mudah didapat. Produk yang diperkenalkan adalah:

* Pestisida Nabati Daun Pepaya: memanfaatkan kandungan senyawa aktif dalam daun pepaya untuk mengusir hama tanpa merusak struktur tanah.

* Yellow Trap Botol Bekas: menggunakan botol plastik bekas yang dicat kuning dan diberi perekat untuk memerangkap serangga secara fisik, sekaligus mengurangi limbah plastik.

Edukasi dari Mahasiswa Agroekoteknologi

Pemaparan materi disampaikan oleh Faris Afdholi, mahasiswa jurusan Agroekoteknologi Untirta angkatan 2023 yang juga merupakan anggota KKM Kelompok 68. Faris menekankan bahwa kemandirian petani dimulai dari kemampuan mengolah bahan di sekitar.

“Pestisida nabati dari daun pepaya dan yellow trap dari botol bekas adalah solusi
pengendalian hama yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Kita
tidak hanya melindungi tanaman dari hama dengan biaya murah, tetapi juga menjaga
ekosistem agar tetap seimbang. Ini adalah langkah kecil menuju pertanian berkelanjutan,” ujar Faris di hadapan para peserta.

Materi workshop disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami oleh peserta, khususnya ibu-ibu PKK yang sehari-hari terlibat dalam kegiatan pertanian dan pemanfaatan pekarangan rumah.

Sementara itu, Ketua KKM Tematik Untirta Kelompok 68, Erland Gunawan,
menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

“Kami ingin program KKM Tematik yang kami jalankan tidak hanya bersifat seremonial,
tetapi benar-benar memberikan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui workshop pembuatan pestisida nabati dan yellow trap ini, kami berharap ibu-ibu PKK dapat menerapkannya secara mandiri untuk mengendalikan hama tanaman dengan cara yang lebih aman dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemilihan tema pertanian berkelanjutan disesuaikan dengan potensi
dan kebutuhan masyarakat Desa Mangkunegara.

Antusiasme Ibu-ibu PKK Desa Mangkunegara

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Ibu-Ibu PKK Desa Mangkunegara. Mereka
terlibat langsung dalam praktik pembuatan, mulai dari proses penghalusan daun hingga
merakit botol bekas menjadi perangkap hama yang efektif.

Ibu Lulu, selaku Ketua PKK Desa Mangkunegara, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok KKM 68 ini. Ia menilai ilmu tersebut sangat aplikatif bagi ibu rumah tangga.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program dari adik-adik mahasiswa KKM 68
UNTIRTA ini. Biasanya kami bingung menangani hama tanaman di rumah. Ternyata pakai daun pepaya dan botol bekas saja sudah bisa. Harapan kami, Ibu-ibu PKK di sini bisa langsung mempraktikkannya di kebun sendiri,” tutur Ibu Lulu.

Dampak dan Harapan Berkelanjutan

Dengan beralih ke pestisida nabati, masyarakat tidak hanya menghemat biaya produksi pertanian, tetapi juga menghasilkan panen yang lebih sehat untuk dikonsumsi.

Melalui workshop ini, KKM Tematik 68 Untirta berharap dapat menjadi ruang berbagi ilmu, kepedulian, serta kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya mewujudkan Desa Mangkunegara yang mandiri, peduli lingkungan, dan berorientasi pada pertanian berkelanjutan. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id