Mahasiswa PLP Kelompok 4 UIN Banten Gelar Seminar Potensi Diri & Parenting, Satukan Beasiswa, Vokasi, dan Psikologi Karier untuk Siswa Kelas XII dan Wali Murid MAN 2 Cilegon

ZETIZENS.ID – Siswa kelas XII MAN 2 Cilegon beserta orang tua/wali murid memadati Aula MAN 2 Cilegon, Jalan Puskesmas Rawaarum, Kelurahan Rawaarum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, pada hari Rabu, dalam seminar bertajuk “Kenali Diri, Kuatkan Potensi, Siapkan Masa Depan” yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.30 WIB.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Kelompok 4 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bekerja sama dengan tim Bimbingan Konseling (BK) MAN 2 Cilegon.
Seminar merangkum empat perspektif sekaligus, yaitu jalur beasiswa, pendidikan vokasi, psikologi minat dan kepribadian karier, serta pendampingan BK, untuk menyiapkan siswa kelas XII menghadapi jenjang berikutnya dengan dukungan penuh orang tua.
Sebagai Ketua Pelaksana, Farras Gunawan menjelaskan bahwa seminar ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan tambahan dalam rangkaian PLP, tetapi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan siswa kelas XII yang sedang berada pada fase menentukan arah masa depan.
“Kami melihat bahwa siswa kelas XII bukan hanya membutuhkan informasi tentang kuliah atau pekerjaan, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai dirinya sendiri. Karena itu, kami mencoba menghadirkan seminar yang tidak hanya berbicara tentang pilihan setelah lulus, tetapi juga tentang bagaimana siswa mengenali minat, potensi, kepribadian, dan pilihan kariernya. Kami juga sengaja melibatkan orang tua karena keputusan masa depan anak tidak bisa dilepaskan dari peran dan dukungan keluarga,” ujar Farras Gunawan selaku Ketua Pelaksana.
Menurut Farras, keterlibatan orang tua menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan tersebut. Ia berharap seminar ini dapat membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara siswa dan orang tua, khususnya ketika membicarakan pilihan jurusan, perguruan tinggi, maupun pekerjaan yang ingin ditekuni setelah lulus.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini siswa tidak lagi merasa bahwa mereka harus menentukan masa depan sendirian. Begitu juga orang tua, kami berharap dapat lebih memahami bahwa setiap anak memiliki minat, karakter, dan potensi yang berbeda. Jadi, yang ingin kami bangun adalah komunikasi dua arah antara anak dan orang tua, sehingga pilihan masa depan dapat dibicarakan bersama, bukan dipaksakan,” tambahnya.
Acara dibuka oleh Kepala MAN 2 Cilegon, Mamad, S.Ag., M.Ag., yang menekankan pentingnya sinergi madrasah dan keluarga dalam mendampingi anak melewati masa transisi menuju jenjang pendidikan maupun karier berikutnya.
Seminar ini merupakan kelanjutan dari psikotes yang diikuti seluruh 210 siswa kelas XII pada 26–28 Agustus 2026 di laboratorium komputer madrasah. Psikotes mencakup lima instrumen, yaitu DISC (kepribadian), RIASEC/Holland Codes (minat dan bakat karier), VAK (gaya belajar), DCM/Daftar Cek Masalah (persoalan pribadi, sosial, belajar, dan karier), serta sosiometri (pola interaksi sosial). Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi salah satu rujukan materi inti seminar.
Dua sesi pembuka menghadirkan informasi mengenai jalur pendidikan lanjutan. Perwakilan Beasiswa Perintis dari Rumah Amal Salman memperkenalkan Learning Camp Perintis Angkatan 2027, program pembinaan daring berupa pemetaan target kampus, asesmen, kurikulum terstruktur, tryout mingguan, serta pendampingan mentor bagi siswa kelas XII dan alumni 2025–2026 yang belum kuliah dan masih berhak mengikuti SNBT 2027.
Sebagai alternatif, perwakilan LP3I Banten memperkenalkan pendidikan vokasi yang menerapkan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori, dengan masa studi 2–3 tahun, kurikulum berbasis industri, pengajar dari kalangan praktisi, serta jejaring kerja sama dan program magang dengan perusahaan di kawasan Cilegon.
Materi inti dibawakan Ahmad Rofi Suryahadikusumah, M.Pd., dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ia menjelaskan bahwa karier berkembang melalui tiga tahap sejak usia dini, yaitu pertumbuhan minat (0–14 tahun), eksplorasi jalur (15–24 tahun), dan pemantapan karier (25–44 tahun). Dengan demikian, pilihan jurusan pada kelas XII merupakan bagian dari proses panjang, bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba.
Ia juga membedakan orientasi karier yang mengutamakan pertumbuhan jangka panjang dengan orientasi pekerjaan yang lebih menekankan kenyamanan sesaat. Materi tersebut dikaitkan dengan enam tipe kepribadian Holland Codes (RIASEC), yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional.
Untuk menjembatani harapan orang tua dengan cita-cita anak, peserta diajak mengikuti aktivitas “Cek Frekuensi Masa Depan”, yaitu anak dan orang tua menuliskan pilihan profesi masing-masing kemudian membandingkannya.
Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara untuk mengajak keluarga membangun pola komunikasi yang tidak hanya bersifat “meminta”, tetapi berkembang menjadi ruang untuk saling mendengarkan dan berdialog.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh tim BK MAN 2 Cilegon yang diwakili Ratna Kusumaningtyas, S.Pd. Ia memaparkan rekam jejak kelulusan siswa MAN 2 Cilegon ke perguruan tinggi sepanjang 2023–2026 melalui jalur SNBP, SPAN-PTKIN, SNBT, UM-PTKIN, dan jalur mandiri. Termasuk di dalamnya capaian lima alumni yang diterima di Politeknik Industri Petrokimia Banten dan kemudian langsung bekerja di perusahaan industri setempat.
Sesi BK menjadi salah satu alasan utama orang tua turut diundang dalam kegiatan. Sebagai bagian dari kerja sama antara mahasiswa PLP dan pihak madrasah, informasi mengenai pilihan pendidikan lanjutan dan perkembangan siswa diharapkan dapat diterima langsung oleh orang tua, sehingga pendampingan terhadap siswa dapat dilakukan secara bersama-sama.
Bagi Farras, keberhasilan seminar tidak hanya diukur dari terlaksananya rangkaian acara, tetapi juga dari sejauh mana siswa dan orang tua mendapatkan sudut pandang baru mengenai masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi salah satu langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi siswa. Setelah seminar ini, semoga mereka lebih percaya diri dalam mengenali dirinya, lebih terbuka dalam menentukan pilihan, dan berani merencanakan masa depan sesuai potensinya. Bagi kami sebagai mahasiswa PLP, ini juga menjadi pengalaman berharga bahwa keberadaan kami di madrasah bukan hanya untuk belajar mengajar, tetapi juga bisa memberikan kontribusi nyata bagi siswa dan sekolah,” ungkap Farras.
Empat perspektif yang dihadirkan dalam seminar jalur beasiswa, pendidikan vokasi, psikologi karier, dan rekam jejak kelulusan pada akhirnya bertemu pada satu pesan utama: minat anak dapat menjadi kompas dalam menentukan arah masa depan, sementara dukungan orang tua menjadi pelita yang membantu menerangi perjalanan tersebut. (*)
Ditulis oleh Farras Gunawan







