Rizki Juniansyah Tidak Tampil di Asian Games 2026, Kenapa?

ZETIZENS.ID – Lifter andalan Indonesia Rizki Juniansyah ternyata tidak tampil di Asian Games 2026. Ini karena akibat sanksi penangguhan sementara atau rovisional suspension.
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak permohonan pencabutan penangguhan sementara yang dijatuhkan oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).
Pihak Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan PABSI menegaskan bahwa sanksi ini bukan karena penggunaan zat terlarang, melainkan persoalan administrasi pelaporan lokasi keberadaan (whereabouts).
Pemerintah bersama induk organisasi olahraga terus mengawal proses pembelaan hukum yang masih berjalan di CAS.
Legendaris
FYI, Rizki Juniansyah adalah atlet angkat besi (lifter) legendaris Indonesia asal Serang, Banten.
Cowok kelahiran 17 Juni 2003 ini merupakan salah satu bintang olahraga terbesar Indonesia berkat deretan prestasi tingkat dunia yang diukirnya.
Rizki mengukir sejarah sebagai lifter Indonesia pertama yang memenangkan medali emas Olimpiade.
Ia juga menjadi peraih emas Olimpiade termuda dalam sejarah Indonesia pada usia 21 tahun dan memecahkan Rekor Olimpiade untuk angkatan clean and jerk seberat 199 kg di kelas 73 kg.
Ia meraih medali emas sekaligus mencatatkan rekor dunia senior baru.
Bertanding di kelas 79 kg, Rizki menyumbangkan emas dan memecahkan rekor dunia dengan angkatan clean and jerk 205 kg serta total angkatan 365 kg, yang membuatnya dianugerahi penghargaan Guinness World Records.
Atas kontribusi luar biasanya dalam mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, Rizki Juniansyah mendapatkan apresiasi khusus dari Pemerintah berupa pangkat militer tituler di TNI AD dan kini memegang pangkat Kapten Infanteri.
Keluarga
Rizki dibesarkan di lingkungan keluarga angkat besi. Ayahnya, almarhum M. Yasin, adalah mantan lifter nasional era 1980-an, sedangkan ibunya adalah mantan atlet daerah.
Ia dilatih dan dibimbing langsung oleh kakak iparnya, Triyatno, yang merupakan peraih medali perak dan perunggu Olimpiade.
Namanya baru-baru ini menjadi sorotan setelah dipastikan absen dari ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya akibat sanksi penangguhan sementara (provisional suspension) oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).
Sanksi ini dijatuhkan atas dugaan kelalaian administratif terkait pelaporan lokasi keberadaan untuk tes di luar kompetisi (whereabouts failure), dan bukan karena penggunaan zat terlarang (doping). (Zee)







